Kategori: Uncategorized

 

PENDIDIKAN KEORGANISASIAN ANGGOTA KARANG TARUNA GEMA PURWANTARA V DI KELURAHAN SUMAMPIR, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS

  1. PENDAHULUAN

Generasi muda adalah harapan masa depan bangsa. Ditangan merekalah kelak baik buruknya bangsa ditentukan. Menurut Syukur (2008) generasi muda atau pemuda adalah penduduk yang berusia 15-35 tahun, yaitu mereka yang diidealkan sebagai sosok yang penuh energi, semangat, dan kreativitas untuk menciptakan semangat pembaharuan.

Saat ini terdapat kekhawatiran terhadap masa depan para pemuda disebabkan karena banyaknya kasus kenakalan remaja yang terjadi. Hal ini disebabkan karena semangat dan potensi yang mereka miliki tidak tersalurkan dengan baik, namun justeru digunakan untuk melakukan berbagai perbuatan yang negatif. Oleh karena itu para pemuda membutuhkan wadah untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki sehingga bisa menyalurkannya kepada hal-hal yang positif. Salah satu organisasi kemasyarakatan yang menampung aspirasi dan melibatkan generasi muda adalah Karang Taruna. Selain menampung aspirasi, Karang Taruna juga berperan sebagai wadah penanaman rasa kebangsaan secara nasional, pengembangan potensi diri dan merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang kesejahteraan sosial (Kawalod, 2015).

Potensi para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna tentunya sangat besar, namun potensi tersebut seringkali tidak optimal dikarenakan belum tergali dengan baik. Oleh karena itu, perlunya penyadaran dan penggalian potensi para pemuda melalui pendidikan Keorganisasian anggota Karang Taruna. Salah satu karang taruna yang membutuhkan pendidikan keorganisasian adalah Karang Taruna Gema Purwantara V yang terletak di RT 02/ RW IV Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas.

Adanya pendidikan keorganisasian bagi anggota karang Taruna Kelurahan Sumampir diharapkan dapat membangkitkan semangat para pemuda untuk berkarya dan menyalurkan potensi positif yang mereka miliki. Banyaknya pemuda yang terdidik dan terlatih akan menumbuhkan harapan tentang masa depan bangsa yang jauh lebih baik (Arif dan Adi, 2014)

II. METODE

Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah memberikan materi pendidikan keorganisasian kepada anggota karang taruna yang dibagi menjadi dua tahap. Tahap I dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2018 dan tahap II dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2020. Materi yang diberikan adalah : Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan, Achievement Motivation Training, Public Speaking dan Keorganisasian. Para pemateri adalah dosen UNU Purwokerto.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pemberian materi pendidikan dan pelatihan untuk pemuda Karang Taruna Gema Purwantara V dilaksanakan di Mushala al Ikhsan RT 02/ RW IV Kelurahan Sumampir. Materi yang diberikan antara lain :

  1. Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan,

Materi  Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan disampaikan oleh Asti Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Pd.  Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa pemuda memiliki potensi yang sangat besar. Sepanjang sejarah peradaban umat manusia, para pemuda memiliki peran yang begitu penting dalam menorehkan tinta emas sejarah.

Para pemuda memiliki semangat yang tinggi dan tubuh yang kuat, oleh karena itu para pemuda harus memanfaatkan potensi tersebut untuk hal-hal yang positif. Diantaranya adalah dengan mengikuti kegiatan karang taruna. Melalui kegiatan karang taruna, para pemuda bisa ikut berkontribusi dalam kegiatan pembangunan di tengah-tengah masyarakat. Para pemuda bisa berperan aktif dalam melaksanakan berbagai kegiatan, seperti menyelenggarakan peringatan hari besar agama, pembinaan anak dan remaja, menyelenggarakan peringatan HUT RI, bakti sosial, melayani kebutuhan masyarakat dan sebagainya

2. Achievement Motivation Training

Materi Achivement Motivation Training disampaikan oleh Dwi Sukowati, S.Pd.Si, M.Pd.  Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa pemuda dengan berbagai potensi yang ada harus memiliki prestasi yang membanggakan, sesuai dengan minat dan bakatnya.

Agar pemuda mampu berprestasi dan mencapai cita-citanya, maka ia harus bekerja keras dan menghindarkan diri dari berbagai perbuatan yang sia-sia. Diantara perbuatan sia-sia tersebut adalah terlalu sering bermain handphone dan games. Terlalu sering bermain handphone dan games akan menghabiskan waktu dan bisa menyebabkan kecanduan.    

Para pemuda juga harus memiliki tekad yang kuat untuk berprestasi dan mencapai cita-citanya. Keterbatasan yang ada dalam diri dan keluarga tidak menjadikan itu sebagai hambatan, namun sebagai tantangan untuk terus berprestasi dan mencapai cita-cita.

3. Public Speaking

Penyampaian materi Public Speaking disampaikan oleh Andika Ristiono, S.Pd, M.Pd. Secara sederhana, public speaking berarti berbicara didepan orang banyak. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan tentang pentingnya memiliki kemampuan public speaking, cara agar bisa memiliki kemampuan Public Speaking yang baik, serta cara mengatasi grogi saat menjadi pembicara.

Kemampuan berkomunikasi sangat penting dimiliki oleh setiap orang, dengan memiliki kemampuan berkomunikasi seseoarang bisa menyampaikan keinginan dan ide-idenya.  Namun tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan baik, apalagi dihadapan orang banyak. Oleh karena itu para anggota karang taruna perlu mengasah kemampuan Public Speaking dengan cara sering berlatih menyampaikan pendapat dan berbicara di depan orang banyak.  Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memikat audience saat melakukan public speaking adalah dengan membuat pertanyaan, melakukan ice breaking dan membuat humor. Dengan melakukan hal tersebut maka diharapkan audience tertarik dengan apa yang disampaikan dan tidak cepat merasa bosan

4. Keorganisasian

Materi keorganisasian diisi oleh Triat Adi Yuwono, S.Si, M.Si. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan tentang pentingnya organisasi yang baik. Karang taruna sebagai sebuah organisasi tentu memiliki peran bagi kemajuan anggota dan masyarakat. Organisasi yang baik akan memberikan dampak yang baik bagi para anggotanya dan juga  masyarakat sekitarnya, namun apabila organisasinya buruk tentu dampak positif terhadap anggota dan masyarakat sekitar akan sangat kecil.

Organisasi yang baik haruslah memiliki pengurus yang kompak yang akan menjalankan organisasi dan juga memiliki program kerja yang akan dilaksanakan. Pengurus yang kompak bisa dibentuk dengan seringnya melakukan komunikasi dan kerjasama. Program kerja yang akan dilaksanakan merupakan hasil darDiantara program kerja yang bisa dilaksanakan oleh karang taruna antara lain membuat papan nomor rumah warga, pelatihan keterampilan, pelatihan pidato, pelatihan kultum dan sebagainya.

IV. SIMPULAN

Dari Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan di Karang taruna  Gema Purwantara V Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Penyadaran dan penggalian potensi anggota Karang Taruna dilakukan dengan memberikan pendidikan Keorganisasian
  2. Materi pendidikan keorganisasian yang diberikan adalah : Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan, Achievement Motivation Training, Public Speaking dan Keorganisasian
  3. Pendidikan keorganisasian bagi anggota Karang Taruna dapat membangkitkan semangat para pemuda untuk berkarya dan menyalurkan potensi positif yang mereka miliki.

V. DAFTAR PUSTAKA

Arif, M.R dan Agus Satmoko Adi. 2014. Peran Karang Taruna dalam Pembinaan Remaja di Dusun Candi Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Kajian Moral dan Kewarganegaraan Nomor 2 Volume 1 Tahun 2014, hal 190-205

A.Surdjadi. Da’wah Islam dengan Pembangunan Masyarakat Desa (Peran Pesantren dalam Pembangunan), Bandung: Mandar Maju, 2005, hlm.8

Kawalod, Farra Aprlia, dkk. 2015. Peranan Organisasi Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa (Suatu Studi Di Desa Tewasen, Desa Pondos, Desa Elusan, Desa Wakan Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan) . Jurnal JAP NO.31 VOL III 2015. 

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ANGGOTA MAJELIS TA’LIM NURUL ‘ILMI KELURAHAN MERSI, KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR, BANYUMAS

  1. PENDAHULUAN

Kemiskinan merupakan permasalahan yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia. Sampai Maret 2017, tercatat jumlah masyarakat miskin Indonesia sebesar 27,77 juta atau 10,64% dari jumlah penduduk Indonesia (BPS, 2017). Salah satu upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan adalah dengan melakukan kegiatan pemberdayaan. Menurut Sumodiningrat, pemberdayaan dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan agar masyarakat  mampu mewujudkan kemajuan dan  kemandirian (Ahmad Rofq, 2010). Salah satu upaya untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat adalah dengan melakukan pemberdayaan dalam bidang pendidikan. Baik buruknya sebuah masyarakat ditentukan oleh baik atau buruknya pendidikan mereka.

Banyak sekali lembaga/ kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang pemberdayaan pendidikan, baik formal maupun informal. Salah satu kelompok informal yang bergerak dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan agama adalah Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur, Kab. Banyumas. Anggota dari Majelis Ta’lim ini rata-rata adalah ibu-ibu dari kalangan menengah kebawah dengan pendidikan yang rendah. Mayoritas pekerjaan anggota Majelis Ta’lim adalah sebagai ibu rumah tangga dan buruh.

Rendahnya latar belakang ekonomi dan pendidikan ibu-ibu anggota Majelis Ta’lim Nurul Ilmi berpengaruh terhadap tingkat rasa percaya diri yang mereka miliki. Rasa percaya diri yang rendah menyebabkan mereka tidak mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Selain itu, mereka juga mengalami kesulitan ketika harus mendidik anak-anaknya di era globalisasi ini karena kurangnya pengetahuan dan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.

Keterbatasan pendidikan dan pengetahuan para anggota Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi juga berdampak pada kurangnya keterampilan yang mereka miliki. Kurangnya keterampilan ini menyebabkan mereka memiliki tingkat  kemandirian yang rendah

Untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh ibu-ibu anggota Majelis Ta’lim Nurul Ilmi kelurahan Mersi maka perlu diselenggarakan pendidikan dan pelatihan.  Tujuan dari kegiatan ini adalah : 1) Peserta memiliki tambahan pengetahuan dan memahami pentingnya pendidikan sehingga tumbuh rasa percaya diri; 2) Peserta memiliki tambahan keterampilan sehingga bisa menumbuhkan kemandirian

II. METODE

Untuk mencapai tujuan yang diharapkan maka dilaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi Jama’ah Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi.  Materi pendidikan yang diberikan kepada jama’ah antara lain : Pentingnya Pendidikan, Belajar Membaca Al-Qur’an dan Mendidik Anak di Era Industri 4.0; sedangkan pelatihan yang diberikan antara lain : Pelatihan Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Menanam, Pelatihan Membuat Bolu Kukus dari Pisang dan Pelatihan Membuat Tempat Seserahan dari Kertas Bekas. Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga tahap dengan waktu yang berbeda

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi Kelurahan Mersi dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap, yang dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, yaitu:

  1. TAHAP I

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi  tahap 1 dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 24 Februari 2019 di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur. Kegiatan tahap 1 ini diisi oleh dua orang Dosen UNU Purwokerto yaitu Andika Ristiyono, S.Pd, M.Pd dan Triat Adi Yuwono, S.Si, M.Si.

Materi I disampaikan oleh Andika Ristiono, S.Pd, M.Pd. yang menyampaikan tentang Motivasi Pendidikan. Pada pemaparannya beliau menyampaikan pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Beliau memotivasi para jama’ah agar terus menuntut ilmu sesuai dengan kemampuannya, selain itu  beliau juga mendorong agar para  Jama’ah memotivasi putra putrinya untuk terus melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang Perguruan Tinggi. Anak-anak mereka jangan sampai putus sekolah hanya karena alasan biaya. Di Perguruan Tinggi, banyak sekali beasiswa yang bisa diakses oleh para Mahasiswa sehingga bagi yang tidak mampu, tidak perlu khawatir tentang biaya pendidikannya.

Dengan memiliki pendidikan yang tinggi, maka seseorang memiliki kesempatan untuk merubah masa depannya menjadi lebih baik.  Orang yang berpendidikan tinggi akan memiliki pola pikir dan keterampilan yang lebih baik dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah, sehingga ia memiliki peluang kesuksesan lebih besar dalam karirnya. Melalui pendidikan, maka lingkaran setan kemiskinan dapat diputus.

Acara kedua diisi oleh Triat Adi Yuwono, S.Si, M.Si yang menyampaikan materi tentang Pelatihan Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Media Menanam. Pada awal materi beliau menyampaikan tentang pentingnya menanam tanaman. Tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk tidak menanam. Meskipun terbatas lahan ataupun dana untuk memperoleh media menanam, Jama’ah bisa menggunakan botol bekas sebagai tempat menanamnya. Diantara botol bekas yang bisa digunakan adalah botol bekas air mineral.

Pemanfaatan botol bekas air mineral sebagai media menanam dapat  mengurangi limbah plastik yang dapat mencemari lingkungan. Selain itu,  pemanfaatan botol bekas air mineral juga akan menghemat biaya pembelian pot atau polybag dan membuat jama’ah yang tidak memiliki lahan tetap bisa menanam tanaman/ sayuran kebutuhan sehari-hari sehingga akan lebih menghemat uang belanja.

Setelah menyampaikan materinya, beliau mempraktekan bagaimana membuat media menanam dengan botol bekas dengan berbagai macam bentuknya. Media menanam tersebut bisa diletakkan di luar ruangan ataupun di dalam ruangan, bisa diletakkan di lantai, digantung ataupun ditempelkan pada tembok.

  • TAHAP II

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi  tahap  II  dilaksanakan pada hari hari Ahad, tanggal 10 maret 2019 di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur . Kegiatan tahap II ini diisi oleh dua orang praktisi, yaitu Ibu Sumariyah dan Bapak Sri Bnagun Handoyo.

Materi I diisi oleh Ibu Sumariyah, beliau adalah praktisi pembuat makanan ringan. Pada kesempatan ini beliau mengajarkan cara pembuatan bolu kukus dari bahan pisang. Buah pisang merupkan salah satu buah yang banyak ditanam di wilayah Banyumas. Untuk meningkatkan nilai tambahnya, maka buah ini bisa diolah menjadi bolu kukus. Buah pisang yang sudah dibuat menjadi bolu kukus akan terasa lebih enak, menarik dan nilai jualnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan menjual buah pisang biasa.

Materi ke dua adalah keterampilan membuat tempat seserahan dari kertas bekas. Materi kedua disampaikan oleh Sri Bangun Handoyo, seorang pakar pembuat kerajinan tangan dari barang bekas. Kertas yang digunakan untuk membuat tempat seserahan ini adalah kertas bekas kardus susu.

Kertas kardus susu yang tidak terpakai biasanya langsung dibuang dan menjadi sampah, padahal ketika dimanfaatkan dengan baik bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satu pemanfaatan kertas kardus susu ini adalah untuk membuat tempat seserahan. Tempat seserahan yang dibuat bisa menjadi berbagai macam ukuran dan bentuk yang indah. Pemanfaatan kardus bekas ini, selain mengurangi sampah juga meningkatkan nilai ekonomi.

Ibu-ibu jama’ah Majelis Taklim Nurul Ilmi sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini diharapkan bisa menambah keterampilan jama’ah, sehingga bisa meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mereka.

  • TAHAP III

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi  tahap III dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 10 November  2019 di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur.  Kegiatan tahap III ini diisi oleh dua orang pemateri, yaitu Ustadz Muhammad Syaifudin, S.TP dan Asti Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Pd.

Materi I adalah belajar membaca Al-Qur’an, pada materi ini ibu-ibu Jama’ah Majelis Ta’lim Nurul Ilmi belajar membaca Al-Qur’an yang baik dan benar. Ibu-ibu dibimbing satu persatu oleh  Ustadz Muhammad Syaifudin, S.TP tentang Makhraj dan Tajwid melalui praktek langsung  membaca Iqra’ dan Al-Qur’an.

Materi II adalah Mendidik Anak di Era Industri 4.0 yang disampaikan oleh Asti Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Pd. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa di Era Industri 4.0 tantangan anak-anak saat ini semakin besar. Mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak ketinggalan zaman dan bisa bersaing di masa depan. Pendidikan adalah salah satu kunci untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di Era Industri 4.0 para orang tua juga memiliki tanggungjawab dan tantangan yang lebih besar dalam mendidik anak, karena saat ini arus informasi yang masuk kepada anak-anak tidak terbendung. Anak-anak saat ini sudah mengenal gadget yang didalamnya terdapat berbagai informasi dari dalam dan  luar negeri. Mereka bisa mengakses berbagai informasi itu dengan mudah dari mana saja dan kapan saja.

Gadget ini seperti pisau bermata dua, disamping memiliki banyak manfaat, gadget juga memiliki dampak negatif yang dapat merusak kepribadian anak apabila tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Oleh karena itu peran orang tua dalam mengawasi putra-putrinya dalam memanfaatkan gadget sangat diperlukan, sehingga mereka bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak dan bermanfaat.

IV. SIMPULAN

Dari Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan di Majelis Ta’lim Nurul Ilmi Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Metode Pelaksanaan program yang dilaksanakan adalah dengan memberikan materi pendidikan dan pelatihan
  2. Materi pendidikan yang diberikan kepada jama’ah antara lain : Pentingnya Pendidikan, Belajar Membaca Al-Qur’an dan Mendidik Anak di Era Industri 4.0; sedangkan pelatihan yang diberikan antara lain : Pelatihan Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Menanam, Pelatihan Membuat Bolu Kukus dari Pisang dan Pelatihan Membuat Tempat Seserahan dari Kertas Bekas.
  3. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan memberikan tambahan pengetahuan dan pemahaman jama’ah tentang pentingnya pendidikan serta menambah keterampilan yang mereka miliki.

V. DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rofiq, 2010. Kompilasi Zakat,.  Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama: Semarang. hlm.28

Rostien Puput Anggoro, Ahmad Saputra, Nila Hutami Putriȥ. Pemberdayaan Lingkungan Melalui Program Pembuatan Hidroponik, Probiotik, Dan Kompos Di Desa Triharjo, Kecamatanpandak,Kabupaten Bantul. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat . Vol. 2, No. 1, April2018, Hal.95-102

A.Surdjadi. Da’wah Islam dengan Pembangunan Masyarakat Desa (Peran Pesantren dalam Pembangunan), Bandung: Mandar Maju, 2005, hlm.8

Hafinda Nisa Abida , 2016. Model Pemberdayaan Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Daur Ulang Sampah di Kampung Wisata Lingkungan Sukunan. Universitas Negeri Yogyakarta : Yogyakarta

VISI, MISI DAN TUJUAN UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA PURWOKERTO, FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI, PRODI TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM

A. VISI, MISI DAN TUJUAN UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA PURWOKERTO

VISI

Tahun 2032 menjadi unuversitas yang unggul dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengembangan ilmu Pengetahuan Teknologi Seni (IPTEKS) berdasarkan Nilai-nilai keislaman, kearifan lokal dan berwawasan Global.

MISI

  1. Menyelenggarakan pmbelajaran berkualitas untuk menghasilkan lulusan bermoral yang memiliki nilai-nilai keislaman dan kearifan local serta memiliki kompetensi akademik berwawasan global, kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan guna pembangunan manusia Indonesia
  2. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berlandaskan nilai-nilai keislaman yang berorientasi globaluntuk peningkatan daya saing bangsa serta peningkatan kualitas hidup dan peradaban.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat untuk mewujudkan masyarakat madani yang ber Bhineka Tunggal Ika.
  4. Membangun kualitas kerjasama dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan peran dan kontribusi pada skala regional, nasional dan internasional.
  5. Mengembangkan tatapamong universitas yang baik dalam naungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.

Tujuan

  1. Meningkatkan akses dan mutu pembelajaran berorientasi pada kompetensi akademik berwawasan global yang memiliki jiwa kewirausahaan dan nilai-nilai keislaman.
  2. Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian serta output penelitian yang berorientasi pada pengembangan ilmu dan peningkatan daya saing bangsa.
  3. Meningkatkan jumlah dan mutu pengabian kepada masyarakat untuk mewujudkan masyarakat madani
  4. Meningkatkan kualitas kerjasama dengan para pemangku kepentingan
  5. Mewujudkan tatapamong universitas yang baik dalam naungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.

 

 

B. VISI, MISI DAN TUJUAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA PURWOKERTO

VISI

Menjadi Fakultas yang Unggul dalam Bidang Sains dan Teknologi yang Memiliki Nilai-Nilai Keislaman dan Kearifan Lokal serta Wirausaha dan Wawasan Global

MISI

  1. Menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang sains dan teknologi (pertanian, peternakan, perikanan, biologi dan matematika) dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal.
  2. Membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional di bidang sains dan teknologi yang memiliki nilai- nilai keislaman dan kearifan local serta berjiwa wirausaha dan wawasan global
  3. Meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran secara berkelanjutan
  4. Melakukan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal untuk meningkatkan mutu Fakultas.
  5. Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dalam skala regional, nasional dan internasional.

TUJUAN

  1. Menghasilkan lulusan berkualitas yang memiliki kompetensi bidang sains dan teknologi (pertanian, peternakan, perikanan, biologi dan matematika) serta memiliki nilai-nilai keislaman dan kearifan local serta berjiwa wirausaha dan wawasan global.
  2. Meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bidang sains dan teknologi.
  3. Meningkatkan kinerja manajemen internal.
  4. Meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan
  5. Meningkatkan kerja sama dengan pemangku kepentingan (stakeholders).

 

 

C. VISI, MISI DAN TUJUAN PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA PURWOKERTO

 VISI

Menjadi program studi yang unggul dan mampu menghadapi perubahan global dalam lingkup nasional pada tahun 2032, melalui pengembangan keilmuan dalam bidang keteknikan pertanian dan biosistem yang berbasis kewirausahaan serta menjadi rahmatan lil’alamiin.

MISI

  1. Menyediakan sarana, prasarana pembelajaran dengan kualitas tata kelola PS TPB yang berkesinambungan.
  2. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem yang berkualitas, mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan, serta memiliki semangat berinovasi yang tinggi dan mampu bersaing di era globalisasi.
  3. Menyelenggarakan penelitian yang terkait dengan bidang Teknik Pertanian dan Biosistem untuk menghasilkan teknologi yang inovatif.
  4. Melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan berperan aktif dalam mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem.

TUJUAN

  1. Meningkatkan kualitas tata kelola PS TPB yang berkesinambungan.
  2. Menghasilkan lulusan sarjana Teknik Pertanian dan Biosistem yang berkualitas, mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan, serta memiliki semangat belajar dan kerja yang tinggi dan mampu bersaing di era globalisasi.
  3. Menghasilkan penelitian yang dapat mengembangkan pendidikan dan pengajaran serta teknologi inovatif di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem
  4. Meningkatkan kualitas program-program pengabdian kepada masyarakat di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem.

 

PENGABDIAN MASYARAKAT PS TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM UNU PURWOKERTO MELALUI PROGRAM PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI SEBAGAI PUPUK ORGANIK DI DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG

Windujaya-Kedungbanteng, Pola hidup sehat sedang menjadi topik hangat di berbagai belahan dunia saat ini, karenanya kebutuhan akan makanan berbahan dasar organik saat ini menjadi perbincangan serius dikalangan masyarakat dunia. Sehingga tak heran jika saat ini kita berkunjung ke supermarket maka dapat dengan jelas kita lihat ada sayur-sayuran atau buah-buahan yang memiliki label organik dengan harga yang lebih mahal. Hal tersebut tentunya menjadi pelung besar bagi negara Indonesia dan masyarakat pedesaan yang masih konsisten menggeluti bidang pertanian agar lebih inovatif dan berkembang mengikuti kebutuhan pasar dunia, dengan harapan suatu saat Indonesia bisa menjadi kiblat sayuran serta buah-buahan organik.

Rata-rata petani di Desa Windujaya masih menggunakan pupuk kimia an-organik untuk lahan dan tanaman dalam areal pertanian mereka, Namun demikian, rata-rata mereka memelihara ternak seperti kambing dan sapi, maka kami dari civitas akademika PS Teknik Pertanian dan Biosistem (PS TPB) UNU Purwokerto tergerak untuk melakukan penyuluhan tentang cara membuat pupuk organik dari kotoran sapi kepada para petani di desa tersebut. Narasumber penyuluhan dari Dosen PS TPB UNU Purwokrto yaitu Amas Agung Prabowo, S.TP.,M.Sc. Dalam penyuluhannya, beliau mengungkapkan Luaran yang ingin dicapai harapannya kegiatan penyuluhan ini memberikan dampak positif bagi warga sehingga dapat membantu meningkatkan taraf hidup mereka secara ekonomi. (DA)