Kategori: Berita

 

PELATIHAN ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING UNTUK MEMOTIVASI BERPRESTASI PEMUDA KARANGTARUNA DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG

Windujaya-Kedungbanteng, Sumber daya manusia yang berkualitas tidak muncul begitu saja dalam diri individu. Manusia yang memiliki sumber daya yang berkualitas digambarkan sebagai individu yang selalu terdorong untuk mau bekerja keras, penuh tanggung jawab, tidak mudah menyerah serta selalu meningkatkan kualitas diri. Organisasi yang memiliki karyawan/anggota dengan karakter seperti ini akan lebih mudah mencapai tujuannya, namun demikian ada kalanya organisasi dihadapkan pada masalah dan tantangan yang berasal dari sumber daya manusianya sendiri. Salah satu sumber masalah yang dihadapi organisasi adalah karyawan/anggota tidak memiliki motivasi dalam bekerja seperti malas, kurang disiplin, dan penggunaan jam kerja aktif yang kurang proporsional. Hal tersebut yang mendorong kami civitas akademika PS Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto mengadakan pelatihan Achivement Training Motivation dengan narasumber Dosen PS TPB UNU Purwokerto yaitu Triat Adi Yuwono, S.Si., M.Si. Pelatihan dihadiri oleh pemuda karangtaruna Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Dan mahasiswa PS TPB UNU Purwokerto. Dalam pemaparannya Dosen PS TPB UNU Purwokerto itu mengungkapkan bahwa Achievement motivation training merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menyemangati individu agar memiliki konsep berprestasi dalam merencanakan langkah untuk peningkatan prestasi. Achievement Motivation Training (AMT) adalah sebuah program pelatihan yang didesain untuk membantu pengembangan diri (peningkatan motivasi diri secara efektif). Dengan training ini diharapkan siswa mitra dapat menggali potensi dirinya, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya sehingga mengetahui bagaimana cara untuk memaksimalkan kekuatan (kelebihan) yang dimilikinya dan meminimalkan kelemahannya (kekurangan) agar menjadi pribadi yang maju dan semangat dalam berprestasi dan terus berusaha sebagai wirausaha. Dengan demikian, Achievement Motivation Training dapat dijadikan sebagai solusi yang tepat bagi mitra dalam menjalankan program pelatihan dan pengembangan karyawan atau anggotanya.(DA/SS)

LEWAT PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT, PS TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM UNU PURWOKERTO BERDAYAKAN DESA BUDIDAYA TANAMAN ORGANIK

Windujaya-Kedungbanteng, Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberi penjelasan dan pengetahuan transfer teknologi budidaya tanaman sayuran organik, untuk meningkatkan kemampuan Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok tani Windu Mandiri di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Christian Soolany, S.TP., M.Si sebagai narasumber Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengatakan bahwa Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah memberikan masukan teknologi budidaya tanaman sayuran organik yang dapat dilakukan secara mandiri maupun secara kelompok. Christian Soolany, S.TP., M.Si  juga mengungkapkan bahwa Tanaman organik adalah salah satu jenis tanaman yang dihasilkan dari pertanian organik, sehingga sudah pasti tanaman ini adalah tanaman yang tumbuh dari pupuk organik. Pupuk organik adalah pupuk yang digunakan pada perrtanian organik. Pupuk organik ini mengandalkan pupuk dari bahan-bahan alami, seperti pupuk kandang, dan pupuk kompos. Pertanian organik itu sendiri adalah salah satu wadah yang sangat bermanfaat bagi sebuah sistem pertanian alami menerapakan prinsip untuk menjaga keseimbangan manusia dan lingkungan. Sistem pertanian organik ini akan mengurangi limbah pupuk kimia serta mengurangi bahaya penyakit sangat besar kemungkinannya untuk menyerang manusia. Banyak jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dalam pertanian organik diantaranya adalah tanaman pangan, seperti padi, buah, dan palawija. Kesemuanya adalah makanan yang akan masuk ke dalam tubuh manusia. Dapat dibayangkan jika tanaman pangan itu diberi banyak  pupuk kimia dan pesisida. Kandungan makanan itu akan membawa bakteri penyakit untuk tubuh. Untuk itu, pemilihan bahan makanan harus benar-benar dijamin bersih dan terhindar dari bahan-bahan kimia.

Masyarakat Desa Windujaya beberapa sudah menerapkan system pertanian organic, akantetapi permasalahan mereka penerapan pertanian organic masih belum optimal sehingga perlu adanya teknologi yang mampu memberikan kemudahan petani dalam penerapannya dan menghasilkan produk yang benar-benar diharapkan dan berdaya saing.

Pola pertanian yang dilakukan di Kecamatan Kedungbanteng merupakan pertanian konvensional. Secara teknis, masyarakat Desa Windujaya berpindah ke pertanian organik secara bertahap. Perpindahan dari pertanian konvensional ke pertanian organik tentu tidak dapat dilakukan dengan mudah. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh petani sejak alam mempengaruhi perilaku petani secara individual dalam menerapkan pola pertanian yang dilakukan. Diperlukan adanya pengetahuan yang mendasari terbentuknya sikap petani yang akan membentuk tindakan petani dalam menerapkan pertanian organik di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Harapan mereka dengan kedatangan dosen beserta mahasiswa PS Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto mampu menangani permasalahan yang ada di Desa Windujaya.

PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG MOCAF DALAM RANGKA UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK WANITA TANI WINDU MANDIRI DI DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS

Windujaya-Kedungbanteng, Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan salah satu bentuk kelembagaan petani yang mana para anggotanya terdiri dari para isteri petani atau wanita yang mempunyai aktivitas dalam kegiatan pertanian yang tumbuh dan berkembang berdasarkan azas kekeluargaan dan mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama dalam memanfaatkan sumberdaya pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraananggotanya. Minggu, 21 Oktober 2018 Kelompok Wanita Tani (KWT) Windu Mandiri yang  terletak di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng mengikuti pelatihan pembuatan MOCAF di Balai Desa Windujaya

Narasumber program pelatihan pembuatan tepung MOCAF adalah Slamet Sulistiadi, STP., M.Sc dan Triat Adi Yuwono, S.Si.,M.Si dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto. Dalam pemaparannya Triat Adi Yuwono, S.Si., M.Si mencoba menjelaskan dan menginformasikan kepada masyarakat Desa Windujaya bahwa produk turunan dari singkong belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan terbatasnya informasi sehingga pengetahuan anggota KWT terhadap pemanfaatan singkong menjadi berbagai produk turunan masih rendah dan akses terhadap teknologi pengolahan untuk memanfaatkan singkong menjadi berbagai produk turunan juga masih terbatas. Selain itu, dari aspek manajemen usaha, KWT Windu Mandiri masih melaksanakan manajemen usaha sederhana.

 

Upaya pembuatan mocaf dan pengembangan pengolahan singkong menjadi berbagai produk turunan sangat diperlukan untuk menunjang program diversifikasi pangan, sehingga akan berdampak pada peningkatan nilai tambah singkong, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Oleh sebab itu, dalam rangka implementasi Tridharma perguruan tinggi (bidang pengabdian), maka kami tertarik untuk melakukan kegiatan dalam rangka mengembangkan usaha KWT Windu Mandiri yaitu introduksi teknologi pembuatan MOCAF dan pengembangan pengolahan singkong secara terpadu pada skala rumah tangga. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mengoptimalkan setiap tahapan proses pengolahan singkong dan pemanfaatan hasil samping yang timbul dari usaha tersebut untuk meningkatkan nilai tambah singkong. Selain introduksi teknologi tersebut, kegiatan ini juga meliputi pelatihan aspek manajemen usaha, sehingga usaha pengolahan singkong dapat berkelanjutan yang pada akhirnyaakan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Praktik pembuatan tepung Mocaf juga dilakukan yang dipaparkan oleh Slamet Sulistiadi, S.TP., M.Sc dibantu oleh salah satu Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem Dede Setiadi. Slamet Sulistiadi, S.TP., M.Sc menjelaskan proses pembuatan tepung mocaf mulai dari pengupasan hingga pengemasan tepung MOCAF.  MOCAF adalah salah satu produk hasil olahan singkong menjadi tepung yang dapat mensubstitusi terigu, karena memiliki karakteristik lembut, putih, tidak berbau singkong. MOCAF merupakan singkatan dari Modified Cassava Flour yang artinya tepung singkong modifikasi. Tepung MOCAF telah banyak diuji coba untuk membuat aneka produk makanan seperti mie, kue, roti,bakso, kerupuk, dan lain-lain menggantikan terigu 30-100 % dengan kualitas produk yang cukup baik. Inovasi produk olahan singkong menjadi tepung mocaf merupakan terobosan baru yang telah  memberi keuntungan banyak pihak antara lain; industri makanan, konsumen rumah tangga, petani singkong, investor, teknologi produksi, dan pengentasan pengangguran. Alur proses produksi tepung MOCAF adalah sebagai berikut:sortasi dan penimbangan. pengupasan. pencucian, slicing /chiping (pemotongan), perendaman, pencucian. pengeringan/penjemuran, penepungan, pengayakan, dan pengemasan.

MODERNISASI PANGAN LOKAL, PENGABDIAN MASYARAKAT PS TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM UNU PURWOKERTO DI DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG

Windujaya-Kedungbanteng. Minggu 21 Oktober 2018, PS Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto kembali mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini mengangkat tema “Modernisasi Pangan Lokal”. Narasumber kegiatan PKM ini yaitu Dosen TPB UNU Purwokerto Hanis Adila Lestari, S.TP., M.Sc. Menurut beliau pemilihan tema kegiatan pengabdian masyarakat ini didasari oleh potensi keanekaragaman pangan tradisional yang berkembang di masyarakat Kedungbanteng. Masyarakat kedungbanteng memiliki potensi produk pangan lokal yang dapat dijadikan makanan pokok pengganti beras, namun sebagian rakyat Indonesia enggan untuk memanfaatkan potensi tersebut akibat kebijakan penyeragaman makanan pokok pada masa lalu. Di era Orde Baru ada kebijakan penyeragaman makanan pokok rakyat Indonesia dengan beras, menggantikan komoditas lokal (singkong, sagu, ubi jalar, jagung, dll) yang telah lama menjadi makanan pokok masyarakat di daerah-daerah tertentu.

Menurut Hanis Adila Lestari, S.TP., M.Sc beberapa contoh potensi produk yang dapat diaplikasikan di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng diantaranya: Tiwul instan salah satu produk olahan dari singkong/ubi kayu. Singkong merupakan sumber pangan ketiga setelah padi dan jagung, yang telah dibudidayakan secara umum oleh masyarakat. Atas dasar ketersediaan, distribusi wilayah produksi dan karakteristik ubi kayu, maka komoditas tersebut dapat diandalkan menjadi suplemen dan komplemen kebutuhan beras sekaligus meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dalam rangka memaksimalkan potensi ubi kayu untuk mendukung ketahanan pangan, maka pengolahan ubi kayu menjadi produk setengah jadi dapat dilakukan dengan mengolah ubi kayu menjadi tiwul instan. Dijelaskan juga cara membuat Tiwul instan yang dikomposisikan dengan tepung serealia aau kacang-kacangan untuk meningkatkan nilai gizinya yaitu dimulai dengan pembuatan tepung kacang hijau, pembuatan tiwul instan meliputi pekerjaan: perendaman, penggilingan, penambahan tepung kacang hijau dan gula merah, pembuatan butiran, penjemuran, pengukusan, pendinginan kedua dan pengemasan. Tiwul instan dengan komposisi kacang hijau sangat disukai dan rasanya lebih gurih.

Peserta yang hadir sangat antusis mengikuti kegiatan dan terjadi peningkatan pengetahuan mengenai modernisasi pangan lokal. Kegiatan pelatihan teknologi tepat guna di bidang Modernisasi Pangan lokal sangat dibutuhkan pelaku industry di Desa Windujaya karena akan mendorong inovasi terkait pengembangan mutu dan keamanan produk pangan baru yang berdaya saing tinggi. (DA/SS)

DOSEN DAN MAHASISWA PS TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM UNU PURWOKERTO GELAR SERANGKAIAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG

Windujaya-Kedungbanteng, Kepedulian sosial ditunjukkan oleh Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto (PS TPB UNU PURWOKERTO) dengan mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tema yang diangkat diantaranya: Modernisasi Pangan Lokal oleh Hanis Adila Lestari, S.TP., M.Sc; Budidaya Tanaman Organik oleh Christian Soolany, S.TP.,M.Si; Pemanfaatan Kotoran Sapi sebagai Pupuk Organik oleh Amas Agung Prabowo, S.TP.,M.Sc; dan yang terakhir Pelatihan Pembuatan Mocaf oleh Slamet Sulistiadi, S.TP., M.Sc dan Triat Adi Yuwono S.Si., M.Si. Moderator kegiatan pengabdian kepada Masyarakat oleh mahasiswa PS TPB UNU Purwokerto M Nasihin Ngibad.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini rutin dilakukan oleh PS TPB UNU PURWOKERTO yang menjadi sarana civitas akademika untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat secara langsung ke masyarakat dan juga merupakan salah satu dari tridharma perguruan tinggi. Mahasiswa juga dapat terlibat untuk ikut serta ke dalam kegiatan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menyelesaikan masalah mengenai pertanian dan pangan di desa tersebut.

 

Windujaya merupakan salah satu dari beberapa desa yang berada di sekitar gunung slamet, mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan sambutan-sambutan, sambutan pertama oleh Koordinator Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem Dheni Atmiasih, S.TP., MP dalam sambutannya beliau mengungkapkan bahwa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu yang dilakukan seorang dosen adalah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Secara umum kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari penelitian yang dilakukan Dosen tersebut diwaktu sebelumnya. Namun demikian kegiatan pengabdian dapat juga merupakan hasil kajian dari berbagai masalah yang terjadi dimasyarakat dan kemudian dosen mencoba menyelesaikan masalah tersebut. Mudah-mudahan pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Windujaya  Kecamatan Kedungbanteng ini dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan PS TPB UNU Purwokerto. Dengan adanya pengabdian ini, diharapkan akan memberitahu masyarakat bahwa salah satu tugas Dosen dan Mahasiswa adalah membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang ada. Pengabdian juga dapat memberikan ide, akan adanya penelitian untuk menyelesaikan masalah yang ada khususnya di Desa Windujaya. Dengan demikian siklus penelitian menjadi sebuah harmoni di masyarakat kita dan Perguruan Tinggi menjadi mercusuar bagi masyarakat di sekitarnya khususnya dan Bangsa Indonesia Umumnya.

Hadir juga Bapak Sunaryo Sekretaris Desa Windujaya, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa apresiasi yang setinggi-tingginya Saya berikan kepada PS Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto hadir di masyarakat desa Windujaya karena selain kegiatan Makrab Mahasiswa juga memberikan ilmu kepada masyarakat kami yang insyaa Allah dapat bermanfaat dikemudian hari dan besar harapan kami kegiatan ini terus berlanjut dan menghasilkan karya yang patut dibanggakan untuk desa windujaya. Saya ucapkan selamat dating di Desa Windujaya dan selamat berkarya untuk Negeri kepada PS Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya dan Subhanul Wathon oleh Dosen, Mahasiswa dan Masyarakat Desa Windujaya.(DA/SS)

 

 

MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH PENGAMATAN PERTUMBUHAN SAYUR PAKCOY DENGAN  4 JENIS TANAH BERBEDA DAN 2 PERLAKUAN KIMIA DAN ORGANIK*

MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH PENGAMATAN PERTUMBUHAN SAYUR PAKCOY DENGAN  4 JENIS TANAH BERBEDA DAN 2 PERLAKUAN KIMIA DAN ORGANIK*

Prodi Teknik Pertanian dan Biosistem, Selasa 15 mei 2018 hingga 15 Juni 2018 mahasiswa kelas pagi dan kelas malam melaksanakan praktikum Dasar Ilmu Tanah Pengamatan tanaman Sawi jenis Pakcoy dengan 4 Jenis Tanah Berbeda dengan 2 Perlakuan Kimia dan Organik. Ada beberapa jenis sawi yang saat ini begitu populer dan banyak diminati masyarakat. Diantara tanaman sawi tersebut adalah sawi putih, sawi hijau dan sawi pakcoy. Dari ketiga jenis sawi tersebut, sawi pakcoy adalah jenis sawi yang banyak dibudidayakan oleh para petani sayur.

Budidaya tanaman sawi pakcoy banyak disukai karena mempunyai banyak keunggulan, diantaranya memiliki daun dan batang yang lebar dibandingkan dengan jenis sawi lainnya dan tekstur rasa sawi yang sangat enak, mudah dan murah dalam perawatannya,

selain dimasak bisa juga diolah menjadi eskrim sayur sawi pakcoy, anak-anak ataupun orang dewasa yang tidak suka sayur bisa disiasati dengan eskrim tersebut sehingga bisa disukai semua kalangan.

Sawi pakcoy bisa dibudidayakan di dataran tinggi maupun dataran menengah kebawah, untuk yang minim lahan bisa juga memanfaatkan pekarangan rumah, sangat menguntungkan dan bermanfaat, untuk ibu rumah tangga meminimalisir pengeluaran belanja kebutuhan dapur dengan menanam dan memanen sayur pakcoy di sekitar rumah.

Tahapan budidaya sawi tersebut meliputi penyiapan benih tanaman, pengolahan lahan/media tanam, teknik menananan sawi, pemupukan, perawatan dan pemelihraan tanaman.

Pengamatan Pertumbuhan Sayur Pakcoy meliputi empat jenis tanah yaitu : andisol vertisol entisol inseptisol, dari keempat jenis tanah tersebut memiliki tekstur struktur dan porositas yang berbeda-beda sehingga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy itu sendiri, setelah dilakukan pengamatan secara teliti dan seksama selama 31hari (usia semai 7hari pindah semai hingga panen 24hari) diperoleh hasil yang berbeda-beda dari proses pertumbuhan, segi bobot sayur, jumlah tangkai, dan lebar daun.

untuk hasil yang terbaiknya adalah tanah andisol dari perlakuan kimia maupun organik.

Kenapa tanah andisol?

Karena jenis Andisol tidak saja memiliki sifat kandungan bahan organik yang tinggi, bobot isi rendah, daya menahan air tinggi, total porositas tinggi, tetapi juga tanah ini bersifat gembur konsistensinya, kurang plastis dan tidak lengket sehingga sangat cocok sekali untuk pertumbuhan sawi pakcoy. Bobot sayur lebih berat, jumlah tangkai lebih banyak dibanding jenis tanah yang lainnya dengan perlakuan kimia dan organik yang sama. Pada jenis tanah andisol terlihat sekali perbedaan perlakuan kimia dan organik,  perlakuan kimia memang lebih unggul tapi organik juga tak kalah bagus hasilnya, Karena sekarang masyarakat dunia telah sadar bahwa sistem pertanian organik itu sangat penting, sehingga mulai dikembangkanlah bagaimana cara bertani organik yang baik dan benar, begitu juga kami para mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem UNU purwokerto yang diarahkan untuk menjadi mahasiswa multitalent, apalagi untuk bidang pertanian tentunya, kami diajarkan cara bertani, mengenal berbagai macam alat dan mesin pertaian, bertani tidak hanya mementingkan hasil tapi juga yang ramah lingkungan.