Penulis: adminunupwt

 

PENDIDIKAN KEORGANISASIAN ANGGOTA KARANG TARUNA GEMA PURWANTARA V DI KELURAHAN SUMAMPIR, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS

  1. PENDAHULUAN

Generasi muda adalah harapan masa depan bangsa. Ditangan merekalah kelak baik buruknya bangsa ditentukan. Menurut Syukur (2008) generasi muda atau pemuda adalah penduduk yang berusia 15-35 tahun, yaitu mereka yang diidealkan sebagai sosok yang penuh energi, semangat, dan kreativitas untuk menciptakan semangat pembaharuan.

Saat ini terdapat kekhawatiran terhadap masa depan para pemuda disebabkan karena banyaknya kasus kenakalan remaja yang terjadi. Hal ini disebabkan karena semangat dan potensi yang mereka miliki tidak tersalurkan dengan baik, namun justeru digunakan untuk melakukan berbagai perbuatan yang negatif. Oleh karena itu para pemuda membutuhkan wadah untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki sehingga bisa menyalurkannya kepada hal-hal yang positif. Salah satu organisasi kemasyarakatan yang menampung aspirasi dan melibatkan generasi muda adalah Karang Taruna. Selain menampung aspirasi, Karang Taruna juga berperan sebagai wadah penanaman rasa kebangsaan secara nasional, pengembangan potensi diri dan merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang kesejahteraan sosial (Kawalod, 2015).

Potensi para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna tentunya sangat besar, namun potensi tersebut seringkali tidak optimal dikarenakan belum tergali dengan baik. Oleh karena itu, perlunya penyadaran dan penggalian potensi para pemuda melalui pendidikan Keorganisasian anggota Karang Taruna. Salah satu karang taruna yang membutuhkan pendidikan keorganisasian adalah Karang Taruna Gema Purwantara V yang terletak di RT 02/ RW IV Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas.

Adanya pendidikan keorganisasian bagi anggota karang Taruna Kelurahan Sumampir diharapkan dapat membangkitkan semangat para pemuda untuk berkarya dan menyalurkan potensi positif yang mereka miliki. Banyaknya pemuda yang terdidik dan terlatih akan menumbuhkan harapan tentang masa depan bangsa yang jauh lebih baik (Arif dan Adi, 2014)

II. METODE

Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah memberikan materi pendidikan keorganisasian kepada anggota karang taruna yang dibagi menjadi dua tahap. Tahap I dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2018 dan tahap II dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2020. Materi yang diberikan adalah : Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan, Achievement Motivation Training, Public Speaking dan Keorganisasian. Para pemateri adalah dosen UNU Purwokerto.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pemberian materi pendidikan dan pelatihan untuk pemuda Karang Taruna Gema Purwantara V dilaksanakan di Mushala al Ikhsan RT 02/ RW IV Kelurahan Sumampir. Materi yang diberikan antara lain :

  1. Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan,

Materi  Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan disampaikan oleh Asti Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Pd.  Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa pemuda memiliki potensi yang sangat besar. Sepanjang sejarah peradaban umat manusia, para pemuda memiliki peran yang begitu penting dalam menorehkan tinta emas sejarah.

Para pemuda memiliki semangat yang tinggi dan tubuh yang kuat, oleh karena itu para pemuda harus memanfaatkan potensi tersebut untuk hal-hal yang positif. Diantaranya adalah dengan mengikuti kegiatan karang taruna. Melalui kegiatan karang taruna, para pemuda bisa ikut berkontribusi dalam kegiatan pembangunan di tengah-tengah masyarakat. Para pemuda bisa berperan aktif dalam melaksanakan berbagai kegiatan, seperti menyelenggarakan peringatan hari besar agama, pembinaan anak dan remaja, menyelenggarakan peringatan HUT RI, bakti sosial, melayani kebutuhan masyarakat dan sebagainya

2. Achievement Motivation Training

Materi Achivement Motivation Training disampaikan oleh Dwi Sukowati, S.Pd.Si, M.Pd.  Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa pemuda dengan berbagai potensi yang ada harus memiliki prestasi yang membanggakan, sesuai dengan minat dan bakatnya.

Agar pemuda mampu berprestasi dan mencapai cita-citanya, maka ia harus bekerja keras dan menghindarkan diri dari berbagai perbuatan yang sia-sia. Diantara perbuatan sia-sia tersebut adalah terlalu sering bermain handphone dan games. Terlalu sering bermain handphone dan games akan menghabiskan waktu dan bisa menyebabkan kecanduan.    

Para pemuda juga harus memiliki tekad yang kuat untuk berprestasi dan mencapai cita-citanya. Keterbatasan yang ada dalam diri dan keluarga tidak menjadikan itu sebagai hambatan, namun sebagai tantangan untuk terus berprestasi dan mencapai cita-cita.

3. Public Speaking

Penyampaian materi Public Speaking disampaikan oleh Andika Ristiono, S.Pd, M.Pd. Secara sederhana, public speaking berarti berbicara didepan orang banyak. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan tentang pentingnya memiliki kemampuan public speaking, cara agar bisa memiliki kemampuan Public Speaking yang baik, serta cara mengatasi grogi saat menjadi pembicara.

Kemampuan berkomunikasi sangat penting dimiliki oleh setiap orang, dengan memiliki kemampuan berkomunikasi seseoarang bisa menyampaikan keinginan dan ide-idenya.  Namun tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan baik, apalagi dihadapan orang banyak. Oleh karena itu para anggota karang taruna perlu mengasah kemampuan Public Speaking dengan cara sering berlatih menyampaikan pendapat dan berbicara di depan orang banyak.  Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memikat audience saat melakukan public speaking adalah dengan membuat pertanyaan, melakukan ice breaking dan membuat humor. Dengan melakukan hal tersebut maka diharapkan audience tertarik dengan apa yang disampaikan dan tidak cepat merasa bosan

4. Keorganisasian

Materi keorganisasian diisi oleh Triat Adi Yuwono, S.Si, M.Si. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan tentang pentingnya organisasi yang baik. Karang taruna sebagai sebuah organisasi tentu memiliki peran bagi kemajuan anggota dan masyarakat. Organisasi yang baik akan memberikan dampak yang baik bagi para anggotanya dan juga  masyarakat sekitarnya, namun apabila organisasinya buruk tentu dampak positif terhadap anggota dan masyarakat sekitar akan sangat kecil.

Organisasi yang baik haruslah memiliki pengurus yang kompak yang akan menjalankan organisasi dan juga memiliki program kerja yang akan dilaksanakan. Pengurus yang kompak bisa dibentuk dengan seringnya melakukan komunikasi dan kerjasama. Program kerja yang akan dilaksanakan merupakan hasil darDiantara program kerja yang bisa dilaksanakan oleh karang taruna antara lain membuat papan nomor rumah warga, pelatihan keterampilan, pelatihan pidato, pelatihan kultum dan sebagainya.

IV. SIMPULAN

Dari Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan di Karang taruna  Gema Purwantara V Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Penyadaran dan penggalian potensi anggota Karang Taruna dilakukan dengan memberikan pendidikan Keorganisasian
  2. Materi pendidikan keorganisasian yang diberikan adalah : Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan, Achievement Motivation Training, Public Speaking dan Keorganisasian
  3. Pendidikan keorganisasian bagi anggota Karang Taruna dapat membangkitkan semangat para pemuda untuk berkarya dan menyalurkan potensi positif yang mereka miliki.

V. DAFTAR PUSTAKA

Arif, M.R dan Agus Satmoko Adi. 2014. Peran Karang Taruna dalam Pembinaan Remaja di Dusun Candi Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Kajian Moral dan Kewarganegaraan Nomor 2 Volume 1 Tahun 2014, hal 190-205

A.Surdjadi. Da’wah Islam dengan Pembangunan Masyarakat Desa (Peran Pesantren dalam Pembangunan), Bandung: Mandar Maju, 2005, hlm.8

Kawalod, Farra Aprlia, dkk. 2015. Peranan Organisasi Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa (Suatu Studi Di Desa Tewasen, Desa Pondos, Desa Elusan, Desa Wakan Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan) . Jurnal JAP NO.31 VOL III 2015. 

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ANGGOTA MAJELIS TA’LIM NURUL ‘ILMI KELURAHAN MERSI, KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR, BANYUMAS

  1. PENDAHULUAN

Kemiskinan merupakan permasalahan yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia. Sampai Maret 2017, tercatat jumlah masyarakat miskin Indonesia sebesar 27,77 juta atau 10,64% dari jumlah penduduk Indonesia (BPS, 2017). Salah satu upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan adalah dengan melakukan kegiatan pemberdayaan. Menurut Sumodiningrat, pemberdayaan dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan agar masyarakat  mampu mewujudkan kemajuan dan  kemandirian (Ahmad Rofq, 2010). Salah satu upaya untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat adalah dengan melakukan pemberdayaan dalam bidang pendidikan. Baik buruknya sebuah masyarakat ditentukan oleh baik atau buruknya pendidikan mereka.

Banyak sekali lembaga/ kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang pemberdayaan pendidikan, baik formal maupun informal. Salah satu kelompok informal yang bergerak dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan agama adalah Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur, Kab. Banyumas. Anggota dari Majelis Ta’lim ini rata-rata adalah ibu-ibu dari kalangan menengah kebawah dengan pendidikan yang rendah. Mayoritas pekerjaan anggota Majelis Ta’lim adalah sebagai ibu rumah tangga dan buruh.

Rendahnya latar belakang ekonomi dan pendidikan ibu-ibu anggota Majelis Ta’lim Nurul Ilmi berpengaruh terhadap tingkat rasa percaya diri yang mereka miliki. Rasa percaya diri yang rendah menyebabkan mereka tidak mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Selain itu, mereka juga mengalami kesulitan ketika harus mendidik anak-anaknya di era globalisasi ini karena kurangnya pengetahuan dan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.

Keterbatasan pendidikan dan pengetahuan para anggota Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi juga berdampak pada kurangnya keterampilan yang mereka miliki. Kurangnya keterampilan ini menyebabkan mereka memiliki tingkat  kemandirian yang rendah

Untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh ibu-ibu anggota Majelis Ta’lim Nurul Ilmi kelurahan Mersi maka perlu diselenggarakan pendidikan dan pelatihan.  Tujuan dari kegiatan ini adalah : 1) Peserta memiliki tambahan pengetahuan dan memahami pentingnya pendidikan sehingga tumbuh rasa percaya diri; 2) Peserta memiliki tambahan keterampilan sehingga bisa menumbuhkan kemandirian

II. METODE

Untuk mencapai tujuan yang diharapkan maka dilaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi Jama’ah Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi.  Materi pendidikan yang diberikan kepada jama’ah antara lain : Pentingnya Pendidikan, Belajar Membaca Al-Qur’an dan Mendidik Anak di Era Industri 4.0; sedangkan pelatihan yang diberikan antara lain : Pelatihan Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Menanam, Pelatihan Membuat Bolu Kukus dari Pisang dan Pelatihan Membuat Tempat Seserahan dari Kertas Bekas. Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga tahap dengan waktu yang berbeda

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi Kelurahan Mersi dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap, yang dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, yaitu:

  1. TAHAP I

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi  tahap 1 dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 24 Februari 2019 di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur. Kegiatan tahap 1 ini diisi oleh dua orang Dosen UNU Purwokerto yaitu Andika Ristiyono, S.Pd, M.Pd dan Triat Adi Yuwono, S.Si, M.Si.

Materi I disampaikan oleh Andika Ristiono, S.Pd, M.Pd. yang menyampaikan tentang Motivasi Pendidikan. Pada pemaparannya beliau menyampaikan pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Beliau memotivasi para jama’ah agar terus menuntut ilmu sesuai dengan kemampuannya, selain itu  beliau juga mendorong agar para  Jama’ah memotivasi putra putrinya untuk terus melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang Perguruan Tinggi. Anak-anak mereka jangan sampai putus sekolah hanya karena alasan biaya. Di Perguruan Tinggi, banyak sekali beasiswa yang bisa diakses oleh para Mahasiswa sehingga bagi yang tidak mampu, tidak perlu khawatir tentang biaya pendidikannya.

Dengan memiliki pendidikan yang tinggi, maka seseorang memiliki kesempatan untuk merubah masa depannya menjadi lebih baik.  Orang yang berpendidikan tinggi akan memiliki pola pikir dan keterampilan yang lebih baik dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah, sehingga ia memiliki peluang kesuksesan lebih besar dalam karirnya. Melalui pendidikan, maka lingkaran setan kemiskinan dapat diputus.

Acara kedua diisi oleh Triat Adi Yuwono, S.Si, M.Si yang menyampaikan materi tentang Pelatihan Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Media Menanam. Pada awal materi beliau menyampaikan tentang pentingnya menanam tanaman. Tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk tidak menanam. Meskipun terbatas lahan ataupun dana untuk memperoleh media menanam, Jama’ah bisa menggunakan botol bekas sebagai tempat menanamnya. Diantara botol bekas yang bisa digunakan adalah botol bekas air mineral.

Pemanfaatan botol bekas air mineral sebagai media menanam dapat  mengurangi limbah plastik yang dapat mencemari lingkungan. Selain itu,  pemanfaatan botol bekas air mineral juga akan menghemat biaya pembelian pot atau polybag dan membuat jama’ah yang tidak memiliki lahan tetap bisa menanam tanaman/ sayuran kebutuhan sehari-hari sehingga akan lebih menghemat uang belanja.

Setelah menyampaikan materinya, beliau mempraktekan bagaimana membuat media menanam dengan botol bekas dengan berbagai macam bentuknya. Media menanam tersebut bisa diletakkan di luar ruangan ataupun di dalam ruangan, bisa diletakkan di lantai, digantung ataupun ditempelkan pada tembok.

  • TAHAP II

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi  tahap  II  dilaksanakan pada hari hari Ahad, tanggal 10 maret 2019 di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur . Kegiatan tahap II ini diisi oleh dua orang praktisi, yaitu Ibu Sumariyah dan Bapak Sri Bnagun Handoyo.

Materi I diisi oleh Ibu Sumariyah, beliau adalah praktisi pembuat makanan ringan. Pada kesempatan ini beliau mengajarkan cara pembuatan bolu kukus dari bahan pisang. Buah pisang merupkan salah satu buah yang banyak ditanam di wilayah Banyumas. Untuk meningkatkan nilai tambahnya, maka buah ini bisa diolah menjadi bolu kukus. Buah pisang yang sudah dibuat menjadi bolu kukus akan terasa lebih enak, menarik dan nilai jualnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan menjual buah pisang biasa.

Materi ke dua adalah keterampilan membuat tempat seserahan dari kertas bekas. Materi kedua disampaikan oleh Sri Bangun Handoyo, seorang pakar pembuat kerajinan tangan dari barang bekas. Kertas yang digunakan untuk membuat tempat seserahan ini adalah kertas bekas kardus susu.

Kertas kardus susu yang tidak terpakai biasanya langsung dibuang dan menjadi sampah, padahal ketika dimanfaatkan dengan baik bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satu pemanfaatan kertas kardus susu ini adalah untuk membuat tempat seserahan. Tempat seserahan yang dibuat bisa menjadi berbagai macam ukuran dan bentuk yang indah. Pemanfaatan kardus bekas ini, selain mengurangi sampah juga meningkatkan nilai ekonomi.

Ibu-ibu jama’ah Majelis Taklim Nurul Ilmi sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini diharapkan bisa menambah keterampilan jama’ah, sehingga bisa meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mereka.

  • TAHAP III

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi  tahap III dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 10 November  2019 di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur.  Kegiatan tahap III ini diisi oleh dua orang pemateri, yaitu Ustadz Muhammad Syaifudin, S.TP dan Asti Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Pd.

Materi I adalah belajar membaca Al-Qur’an, pada materi ini ibu-ibu Jama’ah Majelis Ta’lim Nurul Ilmi belajar membaca Al-Qur’an yang baik dan benar. Ibu-ibu dibimbing satu persatu oleh  Ustadz Muhammad Syaifudin, S.TP tentang Makhraj dan Tajwid melalui praktek langsung  membaca Iqra’ dan Al-Qur’an.

Materi II adalah Mendidik Anak di Era Industri 4.0 yang disampaikan oleh Asti Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Pd. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa di Era Industri 4.0 tantangan anak-anak saat ini semakin besar. Mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak ketinggalan zaman dan bisa bersaing di masa depan. Pendidikan adalah salah satu kunci untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di Era Industri 4.0 para orang tua juga memiliki tanggungjawab dan tantangan yang lebih besar dalam mendidik anak, karena saat ini arus informasi yang masuk kepada anak-anak tidak terbendung. Anak-anak saat ini sudah mengenal gadget yang didalamnya terdapat berbagai informasi dari dalam dan  luar negeri. Mereka bisa mengakses berbagai informasi itu dengan mudah dari mana saja dan kapan saja.

Gadget ini seperti pisau bermata dua, disamping memiliki banyak manfaat, gadget juga memiliki dampak negatif yang dapat merusak kepribadian anak apabila tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Oleh karena itu peran orang tua dalam mengawasi putra-putrinya dalam memanfaatkan gadget sangat diperlukan, sehingga mereka bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak dan bermanfaat.

IV. SIMPULAN

Dari Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan di Majelis Ta’lim Nurul Ilmi Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Metode Pelaksanaan program yang dilaksanakan adalah dengan memberikan materi pendidikan dan pelatihan
  2. Materi pendidikan yang diberikan kepada jama’ah antara lain : Pentingnya Pendidikan, Belajar Membaca Al-Qur’an dan Mendidik Anak di Era Industri 4.0; sedangkan pelatihan yang diberikan antara lain : Pelatihan Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Menanam, Pelatihan Membuat Bolu Kukus dari Pisang dan Pelatihan Membuat Tempat Seserahan dari Kertas Bekas.
  3. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan memberikan tambahan pengetahuan dan pemahaman jama’ah tentang pentingnya pendidikan serta menambah keterampilan yang mereka miliki.

V. DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rofiq, 2010. Kompilasi Zakat,.  Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama: Semarang. hlm.28

Rostien Puput Anggoro, Ahmad Saputra, Nila Hutami Putriȥ. Pemberdayaan Lingkungan Melalui Program Pembuatan Hidroponik, Probiotik, Dan Kompos Di Desa Triharjo, Kecamatanpandak,Kabupaten Bantul. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat . Vol. 2, No. 1, April2018, Hal.95-102

A.Surdjadi. Da’wah Islam dengan Pembangunan Masyarakat Desa (Peran Pesantren dalam Pembangunan), Bandung: Mandar Maju, 2005, hlm.8

Hafinda Nisa Abida , 2016. Model Pemberdayaan Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Daur Ulang Sampah di Kampung Wisata Lingkungan Sukunan. Universitas Negeri Yogyakarta : Yogyakarta

VISI, MISI DAN TUJUAN UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA PURWOKERTO, FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI, PRODI TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM

A. VISI, MISI DAN TUJUAN UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA PURWOKERTO

VISI

Tahun 2032 menjadi unuversitas yang unggul dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengembangan ilmu Pengetahuan Teknologi Seni (IPTEKS) berdasarkan Nilai-nilai keislaman, kearifan lokal dan berwawasan Global.

MISI

  1. Menyelenggarakan pmbelajaran berkualitas untuk menghasilkan lulusan bermoral yang memiliki nilai-nilai keislaman dan kearifan local serta memiliki kompetensi akademik berwawasan global, kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan guna pembangunan manusia Indonesia
  2. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berlandaskan nilai-nilai keislaman yang berorientasi globaluntuk peningkatan daya saing bangsa serta peningkatan kualitas hidup dan peradaban.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat untuk mewujudkan masyarakat madani yang ber Bhineka Tunggal Ika.
  4. Membangun kualitas kerjasama dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan peran dan kontribusi pada skala regional, nasional dan internasional.
  5. Mengembangkan tatapamong universitas yang baik dalam naungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.

Tujuan

  1. Meningkatkan akses dan mutu pembelajaran berorientasi pada kompetensi akademik berwawasan global yang memiliki jiwa kewirausahaan dan nilai-nilai keislaman.
  2. Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian serta output penelitian yang berorientasi pada pengembangan ilmu dan peningkatan daya saing bangsa.
  3. Meningkatkan jumlah dan mutu pengabian kepada masyarakat untuk mewujudkan masyarakat madani
  4. Meningkatkan kualitas kerjasama dengan para pemangku kepentingan
  5. Mewujudkan tatapamong universitas yang baik dalam naungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.

 

 

B. VISI, MISI DAN TUJUAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA PURWOKERTO

VISI

Menjadi Fakultas yang Unggul dalam Bidang Sains dan Teknologi yang Memiliki Nilai-Nilai Keislaman dan Kearifan Lokal serta Wirausaha dan Wawasan Global

MISI

  1. Menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang sains dan teknologi (pertanian, peternakan, perikanan, biologi dan matematika) dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal.
  2. Membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional di bidang sains dan teknologi yang memiliki nilai- nilai keislaman dan kearifan local serta berjiwa wirausaha dan wawasan global
  3. Meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran secara berkelanjutan
  4. Melakukan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal untuk meningkatkan mutu Fakultas.
  5. Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dalam skala regional, nasional dan internasional.

TUJUAN

  1. Menghasilkan lulusan berkualitas yang memiliki kompetensi bidang sains dan teknologi (pertanian, peternakan, perikanan, biologi dan matematika) serta memiliki nilai-nilai keislaman dan kearifan local serta berjiwa wirausaha dan wawasan global.
  2. Meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bidang sains dan teknologi.
  3. Meningkatkan kinerja manajemen internal.
  4. Meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan
  5. Meningkatkan kerja sama dengan pemangku kepentingan (stakeholders).

 

 

C. VISI, MISI DAN TUJUAN PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA PURWOKERTO

 VISI

Menjadi program studi yang unggul dan mampu menghadapi perubahan global dalam lingkup nasional pada tahun 2032, melalui pengembangan keilmuan dalam bidang keteknikan pertanian dan biosistem yang berbasis kewirausahaan serta menjadi rahmatan lil’alamiin.

MISI

  1. Menyediakan sarana, prasarana pembelajaran dengan kualitas tata kelola PS TPB yang berkesinambungan.
  2. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem yang berkualitas, mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan, serta memiliki semangat berinovasi yang tinggi dan mampu bersaing di era globalisasi.
  3. Menyelenggarakan penelitian yang terkait dengan bidang Teknik Pertanian dan Biosistem untuk menghasilkan teknologi yang inovatif.
  4. Melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan berperan aktif dalam mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem.

TUJUAN

  1. Meningkatkan kualitas tata kelola PS TPB yang berkesinambungan.
  2. Menghasilkan lulusan sarjana Teknik Pertanian dan Biosistem yang berkualitas, mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan, serta memiliki semangat belajar dan kerja yang tinggi dan mampu bersaing di era globalisasi.
  3. Menghasilkan penelitian yang dapat mengembangkan pendidikan dan pengajaran serta teknologi inovatif di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem
  4. Meningkatkan kualitas program-program pengabdian kepada masyarakat di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem.

 

PENGABDIAN MASYARAKAT PS TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM UNU PURWOKERTO MELALUI PROGRAM PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI SEBAGAI PUPUK ORGANIK DI DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG

Windujaya-Kedungbanteng, Pola hidup sehat sedang menjadi topik hangat di berbagai belahan dunia saat ini, karenanya kebutuhan akan makanan berbahan dasar organik saat ini menjadi perbincangan serius dikalangan masyarakat dunia. Sehingga tak heran jika saat ini kita berkunjung ke supermarket maka dapat dengan jelas kita lihat ada sayur-sayuran atau buah-buahan yang memiliki label organik dengan harga yang lebih mahal. Hal tersebut tentunya menjadi pelung besar bagi negara Indonesia dan masyarakat pedesaan yang masih konsisten menggeluti bidang pertanian agar lebih inovatif dan berkembang mengikuti kebutuhan pasar dunia, dengan harapan suatu saat Indonesia bisa menjadi kiblat sayuran serta buah-buahan organik.

Rata-rata petani di Desa Windujaya masih menggunakan pupuk kimia an-organik untuk lahan dan tanaman dalam areal pertanian mereka, Namun demikian, rata-rata mereka memelihara ternak seperti kambing dan sapi, maka kami dari civitas akademika PS Teknik Pertanian dan Biosistem (PS TPB) UNU Purwokerto tergerak untuk melakukan penyuluhan tentang cara membuat pupuk organik dari kotoran sapi kepada para petani di desa tersebut. Narasumber penyuluhan dari Dosen PS TPB UNU Purwokrto yaitu Amas Agung Prabowo, S.TP.,M.Sc. Dalam penyuluhannya, beliau mengungkapkan Luaran yang ingin dicapai harapannya kegiatan penyuluhan ini memberikan dampak positif bagi warga sehingga dapat membantu meningkatkan taraf hidup mereka secara ekonomi. (DA)

PELATIHAN ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING UNTUK MEMOTIVASI BERPRESTASI PEMUDA KARANGTARUNA DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG

Windujaya-Kedungbanteng, Sumber daya manusia yang berkualitas tidak muncul begitu saja dalam diri individu. Manusia yang memiliki sumber daya yang berkualitas digambarkan sebagai individu yang selalu terdorong untuk mau bekerja keras, penuh tanggung jawab, tidak mudah menyerah serta selalu meningkatkan kualitas diri. Organisasi yang memiliki karyawan/anggota dengan karakter seperti ini akan lebih mudah mencapai tujuannya, namun demikian ada kalanya organisasi dihadapkan pada masalah dan tantangan yang berasal dari sumber daya manusianya sendiri. Salah satu sumber masalah yang dihadapi organisasi adalah karyawan/anggota tidak memiliki motivasi dalam bekerja seperti malas, kurang disiplin, dan penggunaan jam kerja aktif yang kurang proporsional. Hal tersebut yang mendorong kami civitas akademika PS Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto mengadakan pelatihan Achivement Training Motivation dengan narasumber Dosen PS TPB UNU Purwokerto yaitu Triat Adi Yuwono, S.Si., M.Si. Pelatihan dihadiri oleh pemuda karangtaruna Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Dan mahasiswa PS TPB UNU Purwokerto. Dalam pemaparannya Dosen PS TPB UNU Purwokerto itu mengungkapkan bahwa Achievement motivation training merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menyemangati individu agar memiliki konsep berprestasi dalam merencanakan langkah untuk peningkatan prestasi. Achievement Motivation Training (AMT) adalah sebuah program pelatihan yang didesain untuk membantu pengembangan diri (peningkatan motivasi diri secara efektif). Dengan training ini diharapkan siswa mitra dapat menggali potensi dirinya, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya sehingga mengetahui bagaimana cara untuk memaksimalkan kekuatan (kelebihan) yang dimilikinya dan meminimalkan kelemahannya (kekurangan) agar menjadi pribadi yang maju dan semangat dalam berprestasi dan terus berusaha sebagai wirausaha. Dengan demikian, Achievement Motivation Training dapat dijadikan sebagai solusi yang tepat bagi mitra dalam menjalankan program pelatihan dan pengembangan karyawan atau anggotanya.(DA/SS)

LEWAT PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT, PS TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM UNU PURWOKERTO BERDAYAKAN DESA BUDIDAYA TANAMAN ORGANIK

Windujaya-Kedungbanteng, Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberi penjelasan dan pengetahuan transfer teknologi budidaya tanaman sayuran organik, untuk meningkatkan kemampuan Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok tani Windu Mandiri di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Christian Soolany, S.TP., M.Si sebagai narasumber Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengatakan bahwa Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah memberikan masukan teknologi budidaya tanaman sayuran organik yang dapat dilakukan secara mandiri maupun secara kelompok. Christian Soolany, S.TP., M.Si  juga mengungkapkan bahwa Tanaman organik adalah salah satu jenis tanaman yang dihasilkan dari pertanian organik, sehingga sudah pasti tanaman ini adalah tanaman yang tumbuh dari pupuk organik. Pupuk organik adalah pupuk yang digunakan pada perrtanian organik. Pupuk organik ini mengandalkan pupuk dari bahan-bahan alami, seperti pupuk kandang, dan pupuk kompos. Pertanian organik itu sendiri adalah salah satu wadah yang sangat bermanfaat bagi sebuah sistem pertanian alami menerapakan prinsip untuk menjaga keseimbangan manusia dan lingkungan. Sistem pertanian organik ini akan mengurangi limbah pupuk kimia serta mengurangi bahaya penyakit sangat besar kemungkinannya untuk menyerang manusia. Banyak jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dalam pertanian organik diantaranya adalah tanaman pangan, seperti padi, buah, dan palawija. Kesemuanya adalah makanan yang akan masuk ke dalam tubuh manusia. Dapat dibayangkan jika tanaman pangan itu diberi banyak  pupuk kimia dan pesisida. Kandungan makanan itu akan membawa bakteri penyakit untuk tubuh. Untuk itu, pemilihan bahan makanan harus benar-benar dijamin bersih dan terhindar dari bahan-bahan kimia.

Masyarakat Desa Windujaya beberapa sudah menerapkan system pertanian organic, akantetapi permasalahan mereka penerapan pertanian organic masih belum optimal sehingga perlu adanya teknologi yang mampu memberikan kemudahan petani dalam penerapannya dan menghasilkan produk yang benar-benar diharapkan dan berdaya saing.

Pola pertanian yang dilakukan di Kecamatan Kedungbanteng merupakan pertanian konvensional. Secara teknis, masyarakat Desa Windujaya berpindah ke pertanian organik secara bertahap. Perpindahan dari pertanian konvensional ke pertanian organik tentu tidak dapat dilakukan dengan mudah. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh petani sejak alam mempengaruhi perilaku petani secara individual dalam menerapkan pola pertanian yang dilakukan. Diperlukan adanya pengetahuan yang mendasari terbentuknya sikap petani yang akan membentuk tindakan petani dalam menerapkan pertanian organik di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Harapan mereka dengan kedatangan dosen beserta mahasiswa PS Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto mampu menangani permasalahan yang ada di Desa Windujaya.

PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG MOCAF DALAM RANGKA UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK WANITA TANI WINDU MANDIRI DI DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS

Windujaya-Kedungbanteng, Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan salah satu bentuk kelembagaan petani yang mana para anggotanya terdiri dari para isteri petani atau wanita yang mempunyai aktivitas dalam kegiatan pertanian yang tumbuh dan berkembang berdasarkan azas kekeluargaan dan mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama dalam memanfaatkan sumberdaya pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraananggotanya. Minggu, 21 Oktober 2018 Kelompok Wanita Tani (KWT) Windu Mandiri yang  terletak di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng mengikuti pelatihan pembuatan MOCAF di Balai Desa Windujaya

Narasumber program pelatihan pembuatan tepung MOCAF adalah Slamet Sulistiadi, STP., M.Sc dan Triat Adi Yuwono, S.Si.,M.Si dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto. Dalam pemaparannya Triat Adi Yuwono, S.Si., M.Si mencoba menjelaskan dan menginformasikan kepada masyarakat Desa Windujaya bahwa produk turunan dari singkong belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan terbatasnya informasi sehingga pengetahuan anggota KWT terhadap pemanfaatan singkong menjadi berbagai produk turunan masih rendah dan akses terhadap teknologi pengolahan untuk memanfaatkan singkong menjadi berbagai produk turunan juga masih terbatas. Selain itu, dari aspek manajemen usaha, KWT Windu Mandiri masih melaksanakan manajemen usaha sederhana.

 

Upaya pembuatan mocaf dan pengembangan pengolahan singkong menjadi berbagai produk turunan sangat diperlukan untuk menunjang program diversifikasi pangan, sehingga akan berdampak pada peningkatan nilai tambah singkong, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Oleh sebab itu, dalam rangka implementasi Tridharma perguruan tinggi (bidang pengabdian), maka kami tertarik untuk melakukan kegiatan dalam rangka mengembangkan usaha KWT Windu Mandiri yaitu introduksi teknologi pembuatan MOCAF dan pengembangan pengolahan singkong secara terpadu pada skala rumah tangga. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mengoptimalkan setiap tahapan proses pengolahan singkong dan pemanfaatan hasil samping yang timbul dari usaha tersebut untuk meningkatkan nilai tambah singkong. Selain introduksi teknologi tersebut, kegiatan ini juga meliputi pelatihan aspek manajemen usaha, sehingga usaha pengolahan singkong dapat berkelanjutan yang pada akhirnyaakan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Praktik pembuatan tepung Mocaf juga dilakukan yang dipaparkan oleh Slamet Sulistiadi, S.TP., M.Sc dibantu oleh salah satu Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem Dede Setiadi. Slamet Sulistiadi, S.TP., M.Sc menjelaskan proses pembuatan tepung mocaf mulai dari pengupasan hingga pengemasan tepung MOCAF.  MOCAF adalah salah satu produk hasil olahan singkong menjadi tepung yang dapat mensubstitusi terigu, karena memiliki karakteristik lembut, putih, tidak berbau singkong. MOCAF merupakan singkatan dari Modified Cassava Flour yang artinya tepung singkong modifikasi. Tepung MOCAF telah banyak diuji coba untuk membuat aneka produk makanan seperti mie, kue, roti,bakso, kerupuk, dan lain-lain menggantikan terigu 30-100 % dengan kualitas produk yang cukup baik. Inovasi produk olahan singkong menjadi tepung mocaf merupakan terobosan baru yang telah  memberi keuntungan banyak pihak antara lain; industri makanan, konsumen rumah tangga, petani singkong, investor, teknologi produksi, dan pengentasan pengangguran. Alur proses produksi tepung MOCAF adalah sebagai berikut:sortasi dan penimbangan. pengupasan. pencucian, slicing /chiping (pemotongan), perendaman, pencucian. pengeringan/penjemuran, penepungan, pengayakan, dan pengemasan.

MODERNISASI PANGAN LOKAL, PENGABDIAN MASYARAKAT PS TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM UNU PURWOKERTO DI DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG

Windujaya-Kedungbanteng. Minggu 21 Oktober 2018, PS Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto kembali mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini mengangkat tema “Modernisasi Pangan Lokal”. Narasumber kegiatan PKM ini yaitu Dosen TPB UNU Purwokerto Hanis Adila Lestari, S.TP., M.Sc. Menurut beliau pemilihan tema kegiatan pengabdian masyarakat ini didasari oleh potensi keanekaragaman pangan tradisional yang berkembang di masyarakat Kedungbanteng. Masyarakat kedungbanteng memiliki potensi produk pangan lokal yang dapat dijadikan makanan pokok pengganti beras, namun sebagian rakyat Indonesia enggan untuk memanfaatkan potensi tersebut akibat kebijakan penyeragaman makanan pokok pada masa lalu. Di era Orde Baru ada kebijakan penyeragaman makanan pokok rakyat Indonesia dengan beras, menggantikan komoditas lokal (singkong, sagu, ubi jalar, jagung, dll) yang telah lama menjadi makanan pokok masyarakat di daerah-daerah tertentu.

Menurut Hanis Adila Lestari, S.TP., M.Sc beberapa contoh potensi produk yang dapat diaplikasikan di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng diantaranya: Tiwul instan salah satu produk olahan dari singkong/ubi kayu. Singkong merupakan sumber pangan ketiga setelah padi dan jagung, yang telah dibudidayakan secara umum oleh masyarakat. Atas dasar ketersediaan, distribusi wilayah produksi dan karakteristik ubi kayu, maka komoditas tersebut dapat diandalkan menjadi suplemen dan komplemen kebutuhan beras sekaligus meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dalam rangka memaksimalkan potensi ubi kayu untuk mendukung ketahanan pangan, maka pengolahan ubi kayu menjadi produk setengah jadi dapat dilakukan dengan mengolah ubi kayu menjadi tiwul instan. Dijelaskan juga cara membuat Tiwul instan yang dikomposisikan dengan tepung serealia aau kacang-kacangan untuk meningkatkan nilai gizinya yaitu dimulai dengan pembuatan tepung kacang hijau, pembuatan tiwul instan meliputi pekerjaan: perendaman, penggilingan, penambahan tepung kacang hijau dan gula merah, pembuatan butiran, penjemuran, pengukusan, pendinginan kedua dan pengemasan. Tiwul instan dengan komposisi kacang hijau sangat disukai dan rasanya lebih gurih.

Peserta yang hadir sangat antusis mengikuti kegiatan dan terjadi peningkatan pengetahuan mengenai modernisasi pangan lokal. Kegiatan pelatihan teknologi tepat guna di bidang Modernisasi Pangan lokal sangat dibutuhkan pelaku industry di Desa Windujaya karena akan mendorong inovasi terkait pengembangan mutu dan keamanan produk pangan baru yang berdaya saing tinggi. (DA/SS)

DOSEN DAN MAHASISWA PS TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM UNU PURWOKERTO GELAR SERANGKAIAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG

Windujaya-Kedungbanteng, Kepedulian sosial ditunjukkan oleh Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto (PS TPB UNU PURWOKERTO) dengan mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tema yang diangkat diantaranya: Modernisasi Pangan Lokal oleh Hanis Adila Lestari, S.TP., M.Sc; Budidaya Tanaman Organik oleh Christian Soolany, S.TP.,M.Si; Pemanfaatan Kotoran Sapi sebagai Pupuk Organik oleh Amas Agung Prabowo, S.TP.,M.Sc; dan yang terakhir Pelatihan Pembuatan Mocaf oleh Slamet Sulistiadi, S.TP., M.Sc dan Triat Adi Yuwono S.Si., M.Si. Moderator kegiatan pengabdian kepada Masyarakat oleh mahasiswa PS TPB UNU Purwokerto M Nasihin Ngibad.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini rutin dilakukan oleh PS TPB UNU PURWOKERTO yang menjadi sarana civitas akademika untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat secara langsung ke masyarakat dan juga merupakan salah satu dari tridharma perguruan tinggi. Mahasiswa juga dapat terlibat untuk ikut serta ke dalam kegiatan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menyelesaikan masalah mengenai pertanian dan pangan di desa tersebut.

 

Windujaya merupakan salah satu dari beberapa desa yang berada di sekitar gunung slamet, mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan sambutan-sambutan, sambutan pertama oleh Koordinator Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem Dheni Atmiasih, S.TP., MP dalam sambutannya beliau mengungkapkan bahwa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu yang dilakukan seorang dosen adalah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Secara umum kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari penelitian yang dilakukan Dosen tersebut diwaktu sebelumnya. Namun demikian kegiatan pengabdian dapat juga merupakan hasil kajian dari berbagai masalah yang terjadi dimasyarakat dan kemudian dosen mencoba menyelesaikan masalah tersebut. Mudah-mudahan pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Windujaya  Kecamatan Kedungbanteng ini dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan PS TPB UNU Purwokerto. Dengan adanya pengabdian ini, diharapkan akan memberitahu masyarakat bahwa salah satu tugas Dosen dan Mahasiswa adalah membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang ada. Pengabdian juga dapat memberikan ide, akan adanya penelitian untuk menyelesaikan masalah yang ada khususnya di Desa Windujaya. Dengan demikian siklus penelitian menjadi sebuah harmoni di masyarakat kita dan Perguruan Tinggi menjadi mercusuar bagi masyarakat di sekitarnya khususnya dan Bangsa Indonesia Umumnya.

Hadir juga Bapak Sunaryo Sekretaris Desa Windujaya, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa apresiasi yang setinggi-tingginya Saya berikan kepada PS Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto hadir di masyarakat desa Windujaya karena selain kegiatan Makrab Mahasiswa juga memberikan ilmu kepada masyarakat kami yang insyaa Allah dapat bermanfaat dikemudian hari dan besar harapan kami kegiatan ini terus berlanjut dan menghasilkan karya yang patut dibanggakan untuk desa windujaya. Saya ucapkan selamat dating di Desa Windujaya dan selamat berkarya untuk Negeri kepada PS Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya dan Subhanul Wathon oleh Dosen, Mahasiswa dan Masyarakat Desa Windujaya.(DA/SS)

 

 

MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH PENGAMATAN PERTUMBUHAN SAYUR PAKCOY DENGAN  4 JENIS TANAH BERBEDA DAN 2 PERLAKUAN KIMIA DAN ORGANIK*

MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH PENGAMATAN PERTUMBUHAN SAYUR PAKCOY DENGAN  4 JENIS TANAH BERBEDA DAN 2 PERLAKUAN KIMIA DAN ORGANIK*

Prodi Teknik Pertanian dan Biosistem, Selasa 15 mei 2018 hingga 15 Juni 2018 mahasiswa kelas pagi dan kelas malam melaksanakan praktikum Dasar Ilmu Tanah Pengamatan tanaman Sawi jenis Pakcoy dengan 4 Jenis Tanah Berbeda dengan 2 Perlakuan Kimia dan Organik. Ada beberapa jenis sawi yang saat ini begitu populer dan banyak diminati masyarakat. Diantara tanaman sawi tersebut adalah sawi putih, sawi hijau dan sawi pakcoy. Dari ketiga jenis sawi tersebut, sawi pakcoy adalah jenis sawi yang banyak dibudidayakan oleh para petani sayur.

Budidaya tanaman sawi pakcoy banyak disukai karena mempunyai banyak keunggulan, diantaranya memiliki daun dan batang yang lebar dibandingkan dengan jenis sawi lainnya dan tekstur rasa sawi yang sangat enak, mudah dan murah dalam perawatannya,

selain dimasak bisa juga diolah menjadi eskrim sayur sawi pakcoy, anak-anak ataupun orang dewasa yang tidak suka sayur bisa disiasati dengan eskrim tersebut sehingga bisa disukai semua kalangan.

Sawi pakcoy bisa dibudidayakan di dataran tinggi maupun dataran menengah kebawah, untuk yang minim lahan bisa juga memanfaatkan pekarangan rumah, sangat menguntungkan dan bermanfaat, untuk ibu rumah tangga meminimalisir pengeluaran belanja kebutuhan dapur dengan menanam dan memanen sayur pakcoy di sekitar rumah.

Tahapan budidaya sawi tersebut meliputi penyiapan benih tanaman, pengolahan lahan/media tanam, teknik menananan sawi, pemupukan, perawatan dan pemelihraan tanaman.

Pengamatan Pertumbuhan Sayur Pakcoy meliputi empat jenis tanah yaitu : andisol vertisol entisol inseptisol, dari keempat jenis tanah tersebut memiliki tekstur struktur dan porositas yang berbeda-beda sehingga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy itu sendiri, setelah dilakukan pengamatan secara teliti dan seksama selama 31hari (usia semai 7hari pindah semai hingga panen 24hari) diperoleh hasil yang berbeda-beda dari proses pertumbuhan, segi bobot sayur, jumlah tangkai, dan lebar daun.

untuk hasil yang terbaiknya adalah tanah andisol dari perlakuan kimia maupun organik.

Kenapa tanah andisol?

Karena jenis Andisol tidak saja memiliki sifat kandungan bahan organik yang tinggi, bobot isi rendah, daya menahan air tinggi, total porositas tinggi, tetapi juga tanah ini bersifat gembur konsistensinya, kurang plastis dan tidak lengket sehingga sangat cocok sekali untuk pertumbuhan sawi pakcoy. Bobot sayur lebih berat, jumlah tangkai lebih banyak dibanding jenis tanah yang lainnya dengan perlakuan kimia dan organik yang sama. Pada jenis tanah andisol terlihat sekali perbedaan perlakuan kimia dan organik,  perlakuan kimia memang lebih unggul tapi organik juga tak kalah bagus hasilnya, Karena sekarang masyarakat dunia telah sadar bahwa sistem pertanian organik itu sangat penting, sehingga mulai dikembangkanlah bagaimana cara bertani organik yang baik dan benar, begitu juga kami para mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem UNU purwokerto yang diarahkan untuk menjadi mahasiswa multitalent, apalagi untuk bidang pertanian tentunya, kami diajarkan cara bertani, mengenal berbagai macam alat dan mesin pertaian, bertani tidak hanya mementingkan hasil tapi juga yang ramah lingkungan.