PENDIDIKAN KEORGANISASIAN ANGGOTA KARANG TARUNA GEMA PURWANTARA V DI KELURAHAN SUMAMPIR, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS

  1. PENDAHULUAN

Generasi muda adalah harapan masa depan bangsa. Ditangan merekalah kelak baik buruknya bangsa ditentukan. Menurut Syukur (2008) generasi muda atau pemuda adalah penduduk yang berusia 15-35 tahun, yaitu mereka yang diidealkan sebagai sosok yang penuh energi, semangat, dan kreativitas untuk menciptakan semangat pembaharuan.

Saat ini terdapat kekhawatiran terhadap masa depan para pemuda disebabkan karena banyaknya kasus kenakalan remaja yang terjadi. Hal ini disebabkan karena semangat dan potensi yang mereka miliki tidak tersalurkan dengan baik, namun justeru digunakan untuk melakukan berbagai perbuatan yang negatif. Oleh karena itu para pemuda membutuhkan wadah untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki sehingga bisa menyalurkannya kepada hal-hal yang positif. Salah satu organisasi kemasyarakatan yang menampung aspirasi dan melibatkan generasi muda adalah Karang Taruna. Selain menampung aspirasi, Karang Taruna juga berperan sebagai wadah penanaman rasa kebangsaan secara nasional, pengembangan potensi diri dan merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang kesejahteraan sosial (Kawalod, 2015).

Potensi para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna tentunya sangat besar, namun potensi tersebut seringkali tidak optimal dikarenakan belum tergali dengan baik. Oleh karena itu, perlunya penyadaran dan penggalian potensi para pemuda melalui pendidikan Keorganisasian anggota Karang Taruna. Salah satu karang taruna yang membutuhkan pendidikan keorganisasian adalah Karang Taruna Gema Purwantara V yang terletak di RT 02/ RW IV Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas.

Adanya pendidikan keorganisasian bagi anggota karang Taruna Kelurahan Sumampir diharapkan dapat membangkitkan semangat para pemuda untuk berkarya dan menyalurkan potensi positif yang mereka miliki. Banyaknya pemuda yang terdidik dan terlatih akan menumbuhkan harapan tentang masa depan bangsa yang jauh lebih baik (Arif dan Adi, 2014)

II. METODE

Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah memberikan materi pendidikan keorganisasian kepada anggota karang taruna yang dibagi menjadi dua tahap. Tahap I dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2018 dan tahap II dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2020. Materi yang diberikan adalah : Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan, Achievement Motivation Training, Public Speaking dan Keorganisasian. Para pemateri adalah dosen UNU Purwokerto.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pemberian materi pendidikan dan pelatihan untuk pemuda Karang Taruna Gema Purwantara V dilaksanakan di Mushala al Ikhsan RT 02/ RW IV Kelurahan Sumampir. Materi yang diberikan antara lain :

  1. Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan,

Materi  Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan disampaikan oleh Asti Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Pd.  Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa pemuda memiliki potensi yang sangat besar. Sepanjang sejarah peradaban umat manusia, para pemuda memiliki peran yang begitu penting dalam menorehkan tinta emas sejarah.

Para pemuda memiliki semangat yang tinggi dan tubuh yang kuat, oleh karena itu para pemuda harus memanfaatkan potensi tersebut untuk hal-hal yang positif. Diantaranya adalah dengan mengikuti kegiatan karang taruna. Melalui kegiatan karang taruna, para pemuda bisa ikut berkontribusi dalam kegiatan pembangunan di tengah-tengah masyarakat. Para pemuda bisa berperan aktif dalam melaksanakan berbagai kegiatan, seperti menyelenggarakan peringatan hari besar agama, pembinaan anak dan remaja, menyelenggarakan peringatan HUT RI, bakti sosial, melayani kebutuhan masyarakat dan sebagainya

2. Achievement Motivation Training

Materi Achivement Motivation Training disampaikan oleh Dwi Sukowati, S.Pd.Si, M.Pd.  Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa pemuda dengan berbagai potensi yang ada harus memiliki prestasi yang membanggakan, sesuai dengan minat dan bakatnya.

Agar pemuda mampu berprestasi dan mencapai cita-citanya, maka ia harus bekerja keras dan menghindarkan diri dari berbagai perbuatan yang sia-sia. Diantara perbuatan sia-sia tersebut adalah terlalu sering bermain handphone dan games. Terlalu sering bermain handphone dan games akan menghabiskan waktu dan bisa menyebabkan kecanduan.    

Para pemuda juga harus memiliki tekad yang kuat untuk berprestasi dan mencapai cita-citanya. Keterbatasan yang ada dalam diri dan keluarga tidak menjadikan itu sebagai hambatan, namun sebagai tantangan untuk terus berprestasi dan mencapai cita-cita.

3. Public Speaking

Penyampaian materi Public Speaking disampaikan oleh Andika Ristiono, S.Pd, M.Pd. Secara sederhana, public speaking berarti berbicara didepan orang banyak. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan tentang pentingnya memiliki kemampuan public speaking, cara agar bisa memiliki kemampuan Public Speaking yang baik, serta cara mengatasi grogi saat menjadi pembicara.

Kemampuan berkomunikasi sangat penting dimiliki oleh setiap orang, dengan memiliki kemampuan berkomunikasi seseoarang bisa menyampaikan keinginan dan ide-idenya.  Namun tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan baik, apalagi dihadapan orang banyak. Oleh karena itu para anggota karang taruna perlu mengasah kemampuan Public Speaking dengan cara sering berlatih menyampaikan pendapat dan berbicara di depan orang banyak.  Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memikat audience saat melakukan public speaking adalah dengan membuat pertanyaan, melakukan ice breaking dan membuat humor. Dengan melakukan hal tersebut maka diharapkan audience tertarik dengan apa yang disampaikan dan tidak cepat merasa bosan

4. Keorganisasian

Materi keorganisasian diisi oleh Triat Adi Yuwono, S.Si, M.Si. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan tentang pentingnya organisasi yang baik. Karang taruna sebagai sebuah organisasi tentu memiliki peran bagi kemajuan anggota dan masyarakat. Organisasi yang baik akan memberikan dampak yang baik bagi para anggotanya dan juga  masyarakat sekitarnya, namun apabila organisasinya buruk tentu dampak positif terhadap anggota dan masyarakat sekitar akan sangat kecil.

Organisasi yang baik haruslah memiliki pengurus yang kompak yang akan menjalankan organisasi dan juga memiliki program kerja yang akan dilaksanakan. Pengurus yang kompak bisa dibentuk dengan seringnya melakukan komunikasi dan kerjasama. Program kerja yang akan dilaksanakan merupakan hasil darDiantara program kerja yang bisa dilaksanakan oleh karang taruna antara lain membuat papan nomor rumah warga, pelatihan keterampilan, pelatihan pidato, pelatihan kultum dan sebagainya.

IV. SIMPULAN

Dari Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan di Karang taruna  Gema Purwantara V Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Penyadaran dan penggalian potensi anggota Karang Taruna dilakukan dengan memberikan pendidikan Keorganisasian
  2. Materi pendidikan keorganisasian yang diberikan adalah : Potensi dan Peran Pemuda dalam Pembangunan, Achievement Motivation Training, Public Speaking dan Keorganisasian
  3. Pendidikan keorganisasian bagi anggota Karang Taruna dapat membangkitkan semangat para pemuda untuk berkarya dan menyalurkan potensi positif yang mereka miliki.

V. DAFTAR PUSTAKA

Arif, M.R dan Agus Satmoko Adi. 2014. Peran Karang Taruna dalam Pembinaan Remaja di Dusun Candi Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Kajian Moral dan Kewarganegaraan Nomor 2 Volume 1 Tahun 2014, hal 190-205

A.Surdjadi. Da’wah Islam dengan Pembangunan Masyarakat Desa (Peran Pesantren dalam Pembangunan), Bandung: Mandar Maju, 2005, hlm.8

Kawalod, Farra Aprlia, dkk. 2015. Peranan Organisasi Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa (Suatu Studi Di Desa Tewasen, Desa Pondos, Desa Elusan, Desa Wakan Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan) . Jurnal JAP NO.31 VOL III 2015. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *