PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ANGGOTA MAJELIS TA’LIM NURUL ‘ILMI KELURAHAN MERSI, KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR, BANYUMAS

  1. PENDAHULUAN

Kemiskinan merupakan permasalahan yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia. Sampai Maret 2017, tercatat jumlah masyarakat miskin Indonesia sebesar 27,77 juta atau 10,64% dari jumlah penduduk Indonesia (BPS, 2017). Salah satu upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan adalah dengan melakukan kegiatan pemberdayaan. Menurut Sumodiningrat, pemberdayaan dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan agar masyarakat  mampu mewujudkan kemajuan dan  kemandirian (Ahmad Rofq, 2010). Salah satu upaya untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat adalah dengan melakukan pemberdayaan dalam bidang pendidikan. Baik buruknya sebuah masyarakat ditentukan oleh baik atau buruknya pendidikan mereka.

Banyak sekali lembaga/ kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang pemberdayaan pendidikan, baik formal maupun informal. Salah satu kelompok informal yang bergerak dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan agama adalah Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur, Kab. Banyumas. Anggota dari Majelis Ta’lim ini rata-rata adalah ibu-ibu dari kalangan menengah kebawah dengan pendidikan yang rendah. Mayoritas pekerjaan anggota Majelis Ta’lim adalah sebagai ibu rumah tangga dan buruh.

Rendahnya latar belakang ekonomi dan pendidikan ibu-ibu anggota Majelis Ta’lim Nurul Ilmi berpengaruh terhadap tingkat rasa percaya diri yang mereka miliki. Rasa percaya diri yang rendah menyebabkan mereka tidak mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Selain itu, mereka juga mengalami kesulitan ketika harus mendidik anak-anaknya di era globalisasi ini karena kurangnya pengetahuan dan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.

Keterbatasan pendidikan dan pengetahuan para anggota Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi juga berdampak pada kurangnya keterampilan yang mereka miliki. Kurangnya keterampilan ini menyebabkan mereka memiliki tingkat  kemandirian yang rendah

Untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh ibu-ibu anggota Majelis Ta’lim Nurul Ilmi kelurahan Mersi maka perlu diselenggarakan pendidikan dan pelatihan.  Tujuan dari kegiatan ini adalah : 1) Peserta memiliki tambahan pengetahuan dan memahami pentingnya pendidikan sehingga tumbuh rasa percaya diri; 2) Peserta memiliki tambahan keterampilan sehingga bisa menumbuhkan kemandirian

II. METODE

Untuk mencapai tujuan yang diharapkan maka dilaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi Jama’ah Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi.  Materi pendidikan yang diberikan kepada jama’ah antara lain : Pentingnya Pendidikan, Belajar Membaca Al-Qur’an dan Mendidik Anak di Era Industri 4.0; sedangkan pelatihan yang diberikan antara lain : Pelatihan Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Menanam, Pelatihan Membuat Bolu Kukus dari Pisang dan Pelatihan Membuat Tempat Seserahan dari Kertas Bekas. Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga tahap dengan waktu yang berbeda

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi Kelurahan Mersi dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap, yang dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, yaitu:

  1. TAHAP I

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi  tahap 1 dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 24 Februari 2019 di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur. Kegiatan tahap 1 ini diisi oleh dua orang Dosen UNU Purwokerto yaitu Andika Ristiyono, S.Pd, M.Pd dan Triat Adi Yuwono, S.Si, M.Si.

Materi I disampaikan oleh Andika Ristiono, S.Pd, M.Pd. yang menyampaikan tentang Motivasi Pendidikan. Pada pemaparannya beliau menyampaikan pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Beliau memotivasi para jama’ah agar terus menuntut ilmu sesuai dengan kemampuannya, selain itu  beliau juga mendorong agar para  Jama’ah memotivasi putra putrinya untuk terus melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang Perguruan Tinggi. Anak-anak mereka jangan sampai putus sekolah hanya karena alasan biaya. Di Perguruan Tinggi, banyak sekali beasiswa yang bisa diakses oleh para Mahasiswa sehingga bagi yang tidak mampu, tidak perlu khawatir tentang biaya pendidikannya.

Dengan memiliki pendidikan yang tinggi, maka seseorang memiliki kesempatan untuk merubah masa depannya menjadi lebih baik.  Orang yang berpendidikan tinggi akan memiliki pola pikir dan keterampilan yang lebih baik dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah, sehingga ia memiliki peluang kesuksesan lebih besar dalam karirnya. Melalui pendidikan, maka lingkaran setan kemiskinan dapat diputus.

Acara kedua diisi oleh Triat Adi Yuwono, S.Si, M.Si yang menyampaikan materi tentang Pelatihan Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Media Menanam. Pada awal materi beliau menyampaikan tentang pentingnya menanam tanaman. Tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk tidak menanam. Meskipun terbatas lahan ataupun dana untuk memperoleh media menanam, Jama’ah bisa menggunakan botol bekas sebagai tempat menanamnya. Diantara botol bekas yang bisa digunakan adalah botol bekas air mineral.

Pemanfaatan botol bekas air mineral sebagai media menanam dapat  mengurangi limbah plastik yang dapat mencemari lingkungan. Selain itu,  pemanfaatan botol bekas air mineral juga akan menghemat biaya pembelian pot atau polybag dan membuat jama’ah yang tidak memiliki lahan tetap bisa menanam tanaman/ sayuran kebutuhan sehari-hari sehingga akan lebih menghemat uang belanja.

Setelah menyampaikan materinya, beliau mempraktekan bagaimana membuat media menanam dengan botol bekas dengan berbagai macam bentuknya. Media menanam tersebut bisa diletakkan di luar ruangan ataupun di dalam ruangan, bisa diletakkan di lantai, digantung ataupun ditempelkan pada tembok.

  • TAHAP II

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi  tahap  II  dilaksanakan pada hari hari Ahad, tanggal 10 maret 2019 di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur . Kegiatan tahap II ini diisi oleh dua orang praktisi, yaitu Ibu Sumariyah dan Bapak Sri Bnagun Handoyo.

Materi I diisi oleh Ibu Sumariyah, beliau adalah praktisi pembuat makanan ringan. Pada kesempatan ini beliau mengajarkan cara pembuatan bolu kukus dari bahan pisang. Buah pisang merupkan salah satu buah yang banyak ditanam di wilayah Banyumas. Untuk meningkatkan nilai tambahnya, maka buah ini bisa diolah menjadi bolu kukus. Buah pisang yang sudah dibuat menjadi bolu kukus akan terasa lebih enak, menarik dan nilai jualnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan menjual buah pisang biasa.

Materi ke dua adalah keterampilan membuat tempat seserahan dari kertas bekas. Materi kedua disampaikan oleh Sri Bangun Handoyo, seorang pakar pembuat kerajinan tangan dari barang bekas. Kertas yang digunakan untuk membuat tempat seserahan ini adalah kertas bekas kardus susu.

Kertas kardus susu yang tidak terpakai biasanya langsung dibuang dan menjadi sampah, padahal ketika dimanfaatkan dengan baik bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satu pemanfaatan kertas kardus susu ini adalah untuk membuat tempat seserahan. Tempat seserahan yang dibuat bisa menjadi berbagai macam ukuran dan bentuk yang indah. Pemanfaatan kardus bekas ini, selain mengurangi sampah juga meningkatkan nilai ekonomi.

Ibu-ibu jama’ah Majelis Taklim Nurul Ilmi sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini diharapkan bisa menambah keterampilan jama’ah, sehingga bisa meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mereka.

  • TAHAP III

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi  tahap III dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 10 November  2019 di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur.  Kegiatan tahap III ini diisi oleh dua orang pemateri, yaitu Ustadz Muhammad Syaifudin, S.TP dan Asti Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Pd.

Materi I adalah belajar membaca Al-Qur’an, pada materi ini ibu-ibu Jama’ah Majelis Ta’lim Nurul Ilmi belajar membaca Al-Qur’an yang baik dan benar. Ibu-ibu dibimbing satu persatu oleh  Ustadz Muhammad Syaifudin, S.TP tentang Makhraj dan Tajwid melalui praktek langsung  membaca Iqra’ dan Al-Qur’an.

Materi II adalah Mendidik Anak di Era Industri 4.0 yang disampaikan oleh Asti Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Pd. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa di Era Industri 4.0 tantangan anak-anak saat ini semakin besar. Mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak ketinggalan zaman dan bisa bersaing di masa depan. Pendidikan adalah salah satu kunci untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di Era Industri 4.0 para orang tua juga memiliki tanggungjawab dan tantangan yang lebih besar dalam mendidik anak, karena saat ini arus informasi yang masuk kepada anak-anak tidak terbendung. Anak-anak saat ini sudah mengenal gadget yang didalamnya terdapat berbagai informasi dari dalam dan  luar negeri. Mereka bisa mengakses berbagai informasi itu dengan mudah dari mana saja dan kapan saja.

Gadget ini seperti pisau bermata dua, disamping memiliki banyak manfaat, gadget juga memiliki dampak negatif yang dapat merusak kepribadian anak apabila tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Oleh karena itu peran orang tua dalam mengawasi putra-putrinya dalam memanfaatkan gadget sangat diperlukan, sehingga mereka bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak dan bermanfaat.

IV. SIMPULAN

Dari Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan di Majelis Ta’lim Nurul Ilmi Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Metode Pelaksanaan program yang dilaksanakan adalah dengan memberikan materi pendidikan dan pelatihan
  2. Materi pendidikan yang diberikan kepada jama’ah antara lain : Pentingnya Pendidikan, Belajar Membaca Al-Qur’an dan Mendidik Anak di Era Industri 4.0; sedangkan pelatihan yang diberikan antara lain : Pelatihan Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Menanam, Pelatihan Membuat Bolu Kukus dari Pisang dan Pelatihan Membuat Tempat Seserahan dari Kertas Bekas.
  3. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan memberikan tambahan pengetahuan dan pemahaman jama’ah tentang pentingnya pendidikan serta menambah keterampilan yang mereka miliki.

V. DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rofiq, 2010. Kompilasi Zakat,.  Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama: Semarang. hlm.28

Rostien Puput Anggoro, Ahmad Saputra, Nila Hutami Putriȥ. Pemberdayaan Lingkungan Melalui Program Pembuatan Hidroponik, Probiotik, Dan Kompos Di Desa Triharjo, Kecamatanpandak,Kabupaten Bantul. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat . Vol. 2, No. 1, April2018, Hal.95-102

A.Surdjadi. Da’wah Islam dengan Pembangunan Masyarakat Desa (Peran Pesantren dalam Pembangunan), Bandung: Mandar Maju, 2005, hlm.8

Hafinda Nisa Abida , 2016. Model Pemberdayaan Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Daur Ulang Sampah di Kampung Wisata Lingkungan Sukunan. Universitas Negeri Yogyakarta : Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *