LEWAT PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT, PS TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM UNU PURWOKERTO BERDAYAKAN DESA BUDIDAYA TANAMAN ORGANIK

Windujaya-Kedungbanteng, Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberi penjelasan dan pengetahuan transfer teknologi budidaya tanaman sayuran organik, untuk meningkatkan kemampuan Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok tani Windu Mandiri di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Christian Soolany, S.TP., M.Si sebagai narasumber Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengatakan bahwa Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah memberikan masukan teknologi budidaya tanaman sayuran organik yang dapat dilakukan secara mandiri maupun secara kelompok. Christian Soolany, S.TP., M.Si  juga mengungkapkan bahwa Tanaman organik adalah salah satu jenis tanaman yang dihasilkan dari pertanian organik, sehingga sudah pasti tanaman ini adalah tanaman yang tumbuh dari pupuk organik. Pupuk organik adalah pupuk yang digunakan pada perrtanian organik. Pupuk organik ini mengandalkan pupuk dari bahan-bahan alami, seperti pupuk kandang, dan pupuk kompos. Pertanian organik itu sendiri adalah salah satu wadah yang sangat bermanfaat bagi sebuah sistem pertanian alami menerapakan prinsip untuk menjaga keseimbangan manusia dan lingkungan. Sistem pertanian organik ini akan mengurangi limbah pupuk kimia serta mengurangi bahaya penyakit sangat besar kemungkinannya untuk menyerang manusia. Banyak jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dalam pertanian organik diantaranya adalah tanaman pangan, seperti padi, buah, dan palawija. Kesemuanya adalah makanan yang akan masuk ke dalam tubuh manusia. Dapat dibayangkan jika tanaman pangan itu diberi banyak  pupuk kimia dan pesisida. Kandungan makanan itu akan membawa bakteri penyakit untuk tubuh. Untuk itu, pemilihan bahan makanan harus benar-benar dijamin bersih dan terhindar dari bahan-bahan kimia.

Masyarakat Desa Windujaya beberapa sudah menerapkan system pertanian organic, akantetapi permasalahan mereka penerapan pertanian organic masih belum optimal sehingga perlu adanya teknologi yang mampu memberikan kemudahan petani dalam penerapannya dan menghasilkan produk yang benar-benar diharapkan dan berdaya saing.

Pola pertanian yang dilakukan di Kecamatan Kedungbanteng merupakan pertanian konvensional. Secara teknis, masyarakat Desa Windujaya berpindah ke pertanian organik secara bertahap. Perpindahan dari pertanian konvensional ke pertanian organik tentu tidak dapat dilakukan dengan mudah. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh petani sejak alam mempengaruhi perilaku petani secara individual dalam menerapkan pola pertanian yang dilakukan. Diperlukan adanya pengetahuan yang mendasari terbentuknya sikap petani yang akan membentuk tindakan petani dalam menerapkan pertanian organik di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Harapan mereka dengan kedatangan dosen beserta mahasiswa PS Teknik Pertanian dan Biosistem UNU Purwokerto mampu menangani permasalahan yang ada di Desa Windujaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *