MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH PENGAMATAN PERTUMBUHAN SAYUR PAKCOY DENGAN  4 JENIS TANAH BERBEDA DAN 2 PERLAKUAN KIMIA DAN ORGANIK*

MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH PENGAMATAN PERTUMBUHAN SAYUR PAKCOY DENGAN  4 JENIS TANAH BERBEDA DAN 2 PERLAKUAN KIMIA DAN ORGANIK*

Prodi Teknik Pertanian dan Biosistem, Selasa 15 mei 2018 hingga 15 Juni 2018 mahasiswa kelas pagi dan kelas malam melaksanakan praktikum Dasar Ilmu Tanah Pengamatan tanaman Sawi jenis Pakcoy dengan 4 Jenis Tanah Berbeda dengan 2 Perlakuan Kimia dan Organik. Ada beberapa jenis sawi yang saat ini begitu populer dan banyak diminati masyarakat. Diantara tanaman sawi tersebut adalah sawi putih, sawi hijau dan sawi pakcoy. Dari ketiga jenis sawi tersebut, sawi pakcoy adalah jenis sawi yang banyak dibudidayakan oleh para petani sayur.

Budidaya tanaman sawi pakcoy banyak disukai karena mempunyai banyak keunggulan, diantaranya memiliki daun dan batang yang lebar dibandingkan dengan jenis sawi lainnya dan tekstur rasa sawi yang sangat enak, mudah dan murah dalam perawatannya,

selain dimasak bisa juga diolah menjadi eskrim sayur sawi pakcoy, anak-anak ataupun orang dewasa yang tidak suka sayur bisa disiasati dengan eskrim tersebut sehingga bisa disukai semua kalangan.

Sawi pakcoy bisa dibudidayakan di dataran tinggi maupun dataran menengah kebawah, untuk yang minim lahan bisa juga memanfaatkan pekarangan rumah, sangat menguntungkan dan bermanfaat, untuk ibu rumah tangga meminimalisir pengeluaran belanja kebutuhan dapur dengan menanam dan memanen sayur pakcoy di sekitar rumah.

Tahapan budidaya sawi tersebut meliputi penyiapan benih tanaman, pengolahan lahan/media tanam, teknik menananan sawi, pemupukan, perawatan dan pemelihraan tanaman.

Pengamatan Pertumbuhan Sayur Pakcoy meliputi empat jenis tanah yaitu : andisol vertisol entisol inseptisol, dari keempat jenis tanah tersebut memiliki tekstur struktur dan porositas yang berbeda-beda sehingga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy itu sendiri, setelah dilakukan pengamatan secara teliti dan seksama selama 31hari (usia semai 7hari pindah semai hingga panen 24hari) diperoleh hasil yang berbeda-beda dari proses pertumbuhan, segi bobot sayur, jumlah tangkai, dan lebar daun.

untuk hasil yang terbaiknya adalah tanah andisol dari perlakuan kimia maupun organik.

Kenapa tanah andisol?

Karena jenis Andisol tidak saja memiliki sifat kandungan bahan organik yang tinggi, bobot isi rendah, daya menahan air tinggi, total porositas tinggi, tetapi juga tanah ini bersifat gembur konsistensinya, kurang plastis dan tidak lengket sehingga sangat cocok sekali untuk pertumbuhan sawi pakcoy. Bobot sayur lebih berat, jumlah tangkai lebih banyak dibanding jenis tanah yang lainnya dengan perlakuan kimia dan organik yang sama. Pada jenis tanah andisol terlihat sekali perbedaan perlakuan kimia dan organik,  perlakuan kimia memang lebih unggul tapi organik juga tak kalah bagus hasilnya, Karena sekarang masyarakat dunia telah sadar bahwa sistem pertanian organik itu sangat penting, sehingga mulai dikembangkanlah bagaimana cara bertani organik yang baik dan benar, begitu juga kami para mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem UNU purwokerto yang diarahkan untuk menjadi mahasiswa multitalent, apalagi untuk bidang pertanian tentunya, kami diajarkan cara bertani, mengenal berbagai macam alat dan mesin pertaian, bertani tidak hanya mementingkan hasil tapi juga yang ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *